Rabu, 09 Januari 2008

Soal - soal Bedah

Soal Bedah Angkatan 97

1. Bentuk pneumothorax yang segera dapat menimbulkan keadan yang gawat adalah :
a. Closed pneumothorax
b. Open pneumothorax
c. Hemato-pneumothorax
d. Fluide pneumothorax
e. Tension pneumothorax

2. Terdengarnya bising sistolik di atas pembuluh darah menandakan adanya
a. Mitral stenosis
b. Aortal stenosis
c. Stenosis arteriae
d. A – V shunt
e. Raynaud’s disease



3. Pernyataan bagi tromboangitis obliterans di bawah ini adalah benar, KECUALI :
a. Mengenai arteria kecil
b. Adanya claudicatio intermittens
c. Terjadi lebih banyak pada orang tua
d. Kulitnya dingin dan basah
e. Memberi nekrose yang kering

4. Bedah jantung terbuka adalah pembedahan
a. Penjahitan trauma jantung
b. Open pneumothorax
c. Untuk hemodialisis
d. Menggunakan sirkulasi ekstra korporil
e. Ruptura diafragmatika totalis

5. Pertolongan pertama bila menghadapi tension pneumothorax adalah :
a. Bebaskan jalan napas
b. Masukkan jarum besar
c. Menarik lidah ke samping
d. Memasang plester lebar
e. Mengukur tekanan darah

6. Penderita dengan Buerger disease menunjukkan gejala-gejala klinis :
a. Claudicatio intermittens
b. Phlebitis migrans
c. Nekrosis akral
d. Claudicatio intermittens dan nekrosis akral
e. Phlebitis migrans dan nekrosis akral

7. Pemendekan jarak jalan pada kelainan arteri perifer adalah :
a. Phlebitis migrans
b. Claudicatio intermittens
c. Peng…insensibilis
d. Vaskulitis generalisata
e. Ery…melalgia

8. Stripping pada varises tungkai dilakukan pada :
a. Trombophlebitis
b. Phlebektasia
c. Varises kapiler
d. Varises stadium II
e. Varises truncal

9. Pendle air phenomena dapat timbul pada
a. Closed pneumothorax
b. Ventile pneumothorax
c. Open pneumothorax
d. Hemothorax
e. Empyema

10. Pada wanita hamil faktor terjadinya varises adalah :
a. Penekanan vena-vena panggul
b. Pengaruh hormon estrogen
c. Kurang gerak badan
d. A, B, dan C benar
e. A, B, dan C salah

11. Tes-tes klinis terhadap varices adalah :
a. Tes Buerger
b. Tes Fontamie
c. Tes Trendelenbeurg
d. Tes Claudicatio
e. Tes Seldinger
12. Tujuan simpatektomi adalah:
a. Merangsang vasodilatasi pembuluh darah
b. Merangsang kerja jantung
c. Merangsang pengaliran kembali cairan limfe
d. Merangsang kerja katup-katup vena
e. Mengaktifkan produksi eritrosit

13. Pemeriksaan klinis pulsasi arteria dapat dilakukan pada arteri-arteri perifer, KECUALI pada :
a. A. thoracalis
b. A. radialis
c. A. mandibularis
d. A. cubiti
e. A. temporalis

14. Penyakit-penyakit pada organ dibawah ini termasuk penyalit yang dipelajari di bedah urologi, KECUALI
a. Traktus urogenitalis pria
b. Glandula suprarenalis
c. Infertilitas perempuan
d. Traktus uropoetika perempuan
e. Infertilitas pria

15. Pada penyakit pembesaran prostat jinak sering terjadi inkontinensia
a. Stress inkontinensia
b. Urgensi inkontinensia
c. Paradoksal inkontinensia
d. Kontinue inkontinensia
e. A, B, C, dan D salah

16. Metastase limfogen sering terjadi pada sarcoma jaringan lunak
a. Fibrosarcoma
b. Synoviosarcoma
c. Leiomyosarcoma
d. Liposarcoma
e. Angiosarcoma




17. Diagnosis pasti dari sarcoma jaringan lunak ditegakkan dengan
a. Pemeriksaan CT – Scan
b. Pemeriksaan arteriografi
c. Palpasi tumor
d. Biopsi incisi
e. Foto jaringan lunak

18. Terapi operasi dipertimbangkan pada sarcoma jaringan lunak dengan keadaan, KECUALI
a. Tumor menginvasi pembuluh darah besar
b. Tumor menginvasi saraf besar
c. Derajat keganasan tinggi
d. Tumor dengan perdarahan
e. Tumor dengan nekrose luas

19. Liposarcoma pada paha selalu dikerjakan hemipelvektomi SEBAB prognose tumor ini ditentukan oleh ukurannya.

20. Emfisema mediastinum memberikan gejala klinik di bawah ini, KECUALI
a. Sianosis
b. Payah jantung
c. Nyeri substernal
d. Suara serak
e. Krepitasi

21. Pada terjadinya tension pneumothorax, tindakan yang harus dilakukan adalah :
a. Observasi dan bedrest
b. Ventilasi tekanan positif
c. Bronkoskopi
d. Pemasangan drain intercostal
e. Torakotomi dan pleurodesis

22. Sindrom vena cava superior sering dijumpai dalam kaitan dengan penyakit :
a. Sclerosing mediastinitis
b. Struma substernal
c. Pan karditis konstriktif
d. Aneurisma aorta thorakal
e. Karsinoma bronkogenik
23. Sindroma Pancoast seringkali dikaitkan dengan :
a. Tumor paru
b. Sindrom Horner
c. Pneumothorax
d. Empyema
e. Atelektasis

24. Hematothorax sebesar 1500 cc memerlukan
a. Pemeriksaan Ro thorax
b. Torakotomi akut
c. ……..

25. Diagnostik oklusi arteria perifer menahun dilakukan paling tepat dengan :
a. Pemeriksaan pulsasi
b. Doppler
c. Auskultasi
d. Arteriografi
e. Pletismografi

26. Varises tungkai stadium IV ditandai dengan adanya :
a. Sounting A – V
b. Ulserasi kulit
c. Varises superfisialis
d. Plebeoktasia
e. Trombosis vena dalam

27. Prognosis sarkoma jaringan lunak tergantung pada hal-hal berikut, KECUALI:
a. Besarnya tumor
b. Grade histologis
c. Kedalaman tumor
d. Letak pada ekstremitas atau bukan
e. Jenis kelamin

28. Diagnosis pasti sarcoma jaringan lunak :
a. CT scan
b. Foto polos jaringan lunak dan tulang
c. Histopatologi
d. Ultrasonografi
e. Sitologi
29. Terapi terbaik rhabdomiosarkoma diameter 3 cm pada cruris adalah :
a. Enukleasi
b. Tumor diangkat bersama jaringan normal sekitar
c. Amputasi cruris
d. Radioterapi 5500 rad
e. Khemoterapi ditambah radioterapi

30. Salah satu tanda awal pembesaran prostat jinak (BPH) adalah :
a. Hematuria
b. Frekuensi
c. Hesistensi
d. Stranguria
e. Retensio urinae

31. Retensio urinae dapat disebabkan hal tersebut di bawah ini kecuali :
a. BPH
b. Striktur uretra
c. Prostatitis akuta
d. Uretritis akuta
e. Fistula vesicovaginalis

32. Rectal toucher pada kelenjar prostat dapat diraba :
a. Lobus media
b. Lobus posterior
c. Lobus anterior
d. Glandula vesikula seminalis
e. A, B, C, dan D benar semua


Cocokkan soal di bawah ini
A. Tophus
B. Ground glass
C. Salisilat
D. Godman Triangle
E. Onion peel effect

1. Ewing sarcoma
2. Osteoid osteoma
3. Osteosarcoma
4. Fibrous dysplasia
5. Gouthy arthritis

6. Gambaran radiologis pada myeloma adalah punched out appearance SEBAB pada myeloma kadar protein urine meninggi

7. Pada gouthy arthritis terjadi pengendapan kristal-kristal asam urat SEBAB pada gouthy arthritis primer terjadi produksi asam urat yang berlebihan

8. Tumor tulang yang paling sering adalah osteosarcoma SEBAB osteosarcoma lebih sering terjadi pada manula

9. Rheumatoid deformity adalah suatu kelainan di mana jari-jari bergeser ke sisi ulna SEBAB pada rheumatoid arthritis sering disertai adanya ruptur tendo

10. Rheumatoid nodule adalah nodule kecil di bawah kulit SEBAB kelainan ini terjadi di luar sendi

11. Gambaran radiologis pada OA, kecuali
1. penyempitan rongga sendi yang tidak simetris
2. sklerosis di bawah permukaan sendi
3. adanya cyst
4. adanya osteolitik

12. Rheumatoid arthritis
1. synovitis
2. destruksi
3. deformitas
4. functio lesa

13. Tumor tulang primer yang paling sering
1. chondrosarcoma
2. fibrosarcoma
3. Ewing’s tumor
4. osteosarcoma


14. Tumor tulang yang paling sering
1. osteosarcoma
2. fibrosarcoma
3. chondrosarcoma
4. metastasis tumor dari organ lain

15. Gouthy arthritis
1. sendi-sendi besar
2. monosodium urat polihidrat
3. wanita lebih sering dari pria
4. hyperuricemia

16. Seorang anak menderita cacat berupa pemendekan pada tendo Achilles untuk memperbaiki perlu dilakukan operasi :
a. Tonotomi
b. Tendon lengthening
c. Tenolisis
d. Osteotomi
e. Tendon transfer

17. Salah satu penyakit kemunduran adalah osteoporosis. Penyakit ini pada wanita diderita lebih awal, penyakit ini :
a. Karena kekurangan vitamin D
b. Karena kekurangan fluor
c. Menimbulkan gangguan metabolisme kalsium
d. Dapat menyebabkan fraktur patologis
e. Semua salah

18. Seorang bayi menderita kongenital torticolis ke kanan, bagi dokter Puskesmas tugas yang paling penting adalah
a. Menganjurkan segera dibawa ke RS
b. Membuat Dx dini
c. Melakukan tindakan dini
d. A dan B benar
e. B dan C benar




19. Penyakit rematik di bawah ini adalah karena kelainan metabolisme
a. Rheumatoid arthritis
b. Ankylosing spondilitis
c. Osteoarthritis
d. Pirai
e. Reiter’s syndrome

20. Kelainan pokok pada osteoarthritis adalah pada
a. Sinovial
b. Cairan sinovial
c. Pada kartilago
d. Pada tulang-tulang pembentuk sendi
e. Capsula articularis

21. Obat-obat kortikosteroid dipakai untuk pengobatan penyakit rematik hanya kalau obat-obat lain tidak membawa perbaikan karena
a. Khasiatnya diragukan
b. Harganya mahal
c. Sukar didapat
d. Sudah ditarik dari peredaran
e. Semua salah

22. Secara embriologis celah bibir terbentuk intrauterine
a. Umur 4 – 10 minggu
b. Umur 7 – 12 minggu
c. Trimester pertama
d. Trimester ketiga
e. Umur 4 – 7 minggu

23. Problem yang dihadapi pada kasus labio / gnato / palatoschisis
1. problem ekspose (penampakan)
2. problem psikologis
3. problem fungsi
4. problem komplikasi pasca operasi

24. Gangguan yang terjadi pada penderita palatoschisis
1. berbicara sengau
2. maloklusi gigi
3. sukar menetek
4. jalan napas dapat tertutup lidah

25. Faktor-faktor yang menyebabkan cedera otak sekunder adalah :
1. oedem cerebral
2. ischemi cerebral
3. hematom intracranial
4. meningitis

26. Indikasi konsultasi bedah syaraf adalah :
1. penurunan kesdaran / gangguan neurologis yang progresif
2. adanya kejang-kejang setelah trauma kepala
3. perdarahan intracranial
4. fraktur impressi

27. Konsep penatalaksanaan cedera otak adalah
1. mengurangi tekanan intrakranial yang meninggi dengan artificial ventilation
2. menghilangkan kausa
3. mengurangi pembengkakan
4. menangani braille hematom

28. Operasi palatoschisis dilakukan pada usia 18–24 bulan SEBAB otot-otot sudah kuat dan terlihat jelas sehingga kemungkinan salah dalam mengerjakan terhindar

29. Pada kontusio cerebri terjadi braile hematom SEBAB pada kontusio cerebri dapat terjadi perdarahan lewat mulut, hidung dan telinga

30. Penderita cedera kepala yang belum sadar kembali setelah dirawat 24 jam itu perlu konsultasi bedah syaraf SEBAB kemungkinan akan terjadi retrograde amnesia







SOAL-SOAL BEDAH SYARAF

5. Hemiparese kontralateral pada epidural hematoma di temporal disebabkan oleh
a. Kompresi lobus temporalis
b. Kompresi pada kapsula interna
c. Obstruksi a. cerebri media
d. Iritasi pada gyrus centralis anterior
e. Penekanan pedunculus cerebri pada incisura tentorii

6. Edema cerebri akibat trauma kepala, ditinjau dari faal patologiknya termasuk
a. Edema sitotoksik
b. Edema hidrosefalik
c. Edema vasogenik
d. Edema vasogenik dan sitotoksik
e. Edema neurogenik

7. Dilatasi pupil unilateral pada hernia tentorial disebabkan penekanan pada
a. N. abducens
b. N. fascialis
c. N. trochlearis
d. N. oculomotorius
e. N. trigeminus


8. Indikasi pembedahan yang harus dilakukan segera bilamana terdapat
a. Epidural hematom dengan tanda-tanda lateralisasi, dimana sudah mulai tampak perubahan tanda-tanda vital
b. Ping-pong impresi
c. Fraktur impresi tertutup
d. Penderita sudah dengan dilatasi pupil dan reaksi cahaya negatif
e. Penderita dalam keadaan renjatan

9. Pada Glasgow Coma Score, dilakukan penelitian terhadap beberapa respon ialah :
a. respon membuka mata, pendengaran, motoris
b. respon motorik, sensibilitas, reflek patologik
c. respon membuka mata, motorik, verbal
d. respon motorik, verbal, visual
e. respon membuka mata, visual, verbal


10. Pada laserasi otak, dimana jaringan otak keluar ke permukaan kulit kepala, tindakan pertolongan pertama di rumah :
a. Menutup jaringan otak dengan kasa steril dan kulit kepala tetap terbuka
b. Membiarkan luka tetap terbuka
c. Melakukan reseksi jaringan otak dan membiarkan duramater terbuka
d. Melakukan jahitan kulit sementara, kemudian mengirimkan ke rumah sakit rujukan tipe B, setelah tanda-tanda vital stabil
e. Melakukan jahitan kulit sementara, menunda mengirimkan ke rumah sakit rujukan tipe B sampai 1 minggu

11. Cedera kepala pada bayi yang terjadi pada kelahiran disebabkan oleh
a. Akselerasi – deselerasi
b. Cedera kontak
c. Tenaga mekanik lambat
d. Gaya angulasi
e. Tenaga mekanik cepat

12. Pilihan diantara sebab-sebab di bawah ini yang bukan merupakan sumber perdrahan epiduralis :… (tak ada pilihannya..)





1. Pengangkatan tumor otak yang kecil dan letaknya dalam, dengan resiko operasi yang paling kecil dapat dilakukan dengan cara
a. reseksi tumor secara terbuka
b. teknik pembedahan secara stereotaktik
c. teknik stereotaktik dengan kombinasi mikroskop dan sinar laser
d. reseksi tumor dengan bantuan real-time ultrasonografi…bedah
e. trepanasi dan aspirasi tumor

2. Pilihlah di antara pernyataan-pernyataan atau alasan-alasan di bawah ini yang bukan sebagai alasan untuk melakukan pembedahan pada tumor otak
a. Mengurangi gejala-gejala neurologik akibat kompresi tumor
b. Memperlambat gejala neurologik yang mungkin akan timbul
c. Mengubah derajat keganasan dari tumor
d. Mengurangi takanan intrakranial
e. Memperpanjang kemampuan hidup penderita

3. Hemiparese kontralateral pada epidural hematoma di temporal disebabkan oleh
a. Kompresi lobus temporalis
b. Kompresi pada kapsula interna
c. Obstruksi a. serebri media
d. Iritasi pada girus sentralis anterior
e. Penekanan pedunkulus serebri pada incisura tentorii

4. Cedera kepala pada bayi yang terjadi pada kala kelahiran disebabkan oleh
a. Akselerasi – deselerasi
b. Cedera kontak
c. Tenaga mekanik lambat
d. Gaya angulasi
e. Tenaga mekanik cepat

5. Indikasi pembedahan yang harus dilakukan segera bilamana terdapat
a. Epidural hematom dengan tanda-tanda lateralisasi, dimana sudah mulai tampak perubahan tanda-tanda vital
b. Ping-pong impresi
c. Fraktur impresi tertutup
d. Penderita sudah dengan dilatasi pupil dan reaksi cahaya negatif
e. Penderita dalam keadaan renjatan

6. Pada laserasi otak, dimana jaringan otak keluar ke permukaan kulit kepala, tindakan pertolongan pertama di rumah :
a. Menutup jaringan otak dengan kasa steril dan kulit kepala tetap terbuka
b. Membiarkan luka tetap terbuka
c. Melakukan reseksi jaringan otak dan membiarkan duramater terbuka
d. Melakukan jahitan kulit sementara, kemudian mengirimkan ke rumah sakit rujukan tipe B, setelah tanda-tanda vital stabil
e. Melakukan jahitan kulit sementara, menunda mengirimkan ke rumah sakit rujukan tipe B sampai 1 minggu

7. Dilatasi pupil unilateral pada hernia tentorial disebabkan penekanan pada
a. N. abducens
b. N. fascialis
c. N. trochlearis
d. N. oculomotorius
e. N. trigeminus




8. Pilihlah di antara kelainan-kelainan di bawah ini yang bukan disebabkan cedera kepala akselerasi – deselerasi
a. Kommotio cerebri
b. Cedera otak difus
c. Impresi fraktur
d. Subdural hematom
e. Semuanya di atas

9. Pada Glasgow Coma Score, dilakukan penelitian terhadap beberapa respon ialah :
a. respon membuka mata, pendengaran, motoris
b. respon motorik, sensibilitas, reflek patologik
c. respon membuka mata, motorik, verbal
d. respon motorik, verbal, visual
e. semuanya di atas

10. Edema cerebri akibat trauma kepala, ditinjau dari faal patologiknya termasuk
a. Edema sitotoksik
b. Edema hidrosefalik
c. Edema vasogenik
d. Edema vasogenik dan sitotoksik
e. Semuanya di atas

11. Sindroma Pancoast sering dikaitkan dengan
a. Tumor paru
b. Sindroma Horner
c. Pneumotoraks
d. Empyema
e. Bukan salah satu di atas

12. Seorang anak dengan sianosis bawaan kemungkinan besar menderita
a. Defek septum ventrikel
b. Tetralogi Fallot
c. ……
d. Defek septum atrium
e. Atresia trikuspidal

13. Soale nggak cetho…

14. Tumor yang berdenyut dan terdengar bising menandakan kemungkinan adanya
a. Atheroma
b. Lipoma
c. Steatoma
d. Aneurysma
e. Hemangioma

15. Hematotoraks sebesar 500 cc memerlukan
a. Pemeriksaan X-foto toraks
b. Torakotomi akut
c. Drainase interkostal
d. Tranfusi darah 500 cc
e. BSSD

16. Pernyataan bagi thromboangitis obliterans di bawah ini adalah benar, KECUALI :
a. Mengenai arteri kecil
b. Adanya claudicatio intermittens
c. Terjadi lebih banyak pada orang tua
d. Kulit dingin dan basah
e. Memberi nekrose yang kering

17. Diagnostik adaya oklusi arteri perifer menahun dilakukan paling tepat dengan
a. Pemeriksaan pulsasi
b. Doppler
c. Auskultasi
d. Arteriografi
e. Pletismografi

18. Bentuk pneumotoraks yang segera dapat menimbulkan keadan gawat adalah
a. Closed pneumothoraks
b. Open pneumothoraks
c. Hemato pneumothoraks
d. Fluido pneumothoraks
e. Tension pneumothoraks


19. Varises tungkai stadium IV ditandai dengan adanya
a. Shunting A – V
b. Ulserasi kulit
c. Varises superfisialis
d. Fleboektasia
e. Trombosis vena dalam

20. Gejala mitral stenosis sering berupa tanda klinik berikut, KECUALI
a. Hemptisis
b. Emboli arteri perifer
c. Paroxysmal noctural dyspnea
d. Polakisuria
e. Palpitasi

21. Emfisema mediastinum memberikan gejala klinik di bawah ini, KECUALI
a. Sianosis
b. Payah jantung
c. Nyeri substernal
d. Suara serak
e. Krepitasi

22. Bila terjadi tension-pneumothoraks, tindakan yang harus dilakukan adalah
a. Observasi dan bed rest
b. Ventilasi tekanan positif
c. Bronkoskopi
d. Pemasangan drain interkostal
e. BSSD

23. Terdengarnya bising sistolik di atas pembuluh darah menandakan adanya
a. Mitral stenosis
b. Aorta stenosis
c. Stenosis arteria
d. A-V shunt
e. Raynaud’s disease

24. Karsinoma kolorektal, lokasi terbanyak pada
a. Kolon ascendens
b. Kolon tranversum
c. Kolon descendens
d. Sigmoid
e. Rektum

25. Karsinoma kolorektal, jenis histologis terbanyak
a. Karsinoma epidermoid
b. Limfoma Non Hodgkin
c. Limfoma Hodgkin
d. Adenokarsinoma
e. Melanoma maligna

26. Terapi terbaik karsinoma kolon ascendens operabel
a. Radiasi ditambah khemoterapi 5 FU
b. Hemikolektomi dekstra
c. Reseksi kolon dengan batas 2 cm dari tumor
d. Total kolektomi
e. Radiasi saja

27. Progonis sarcoma jaringan lunak tergantung pada hal-hal berikut, KECUALI
a. Besarnya tumor
b. Metastasis jauh
c. Metastasis kelenjar limfe
d. Jenis kelamin
e. Derajat kegansan histologis

28. Diagnosis pasti sarkoma jaringan lunak
a. Histopatologi
b. Aspirai biopsi sitologi
c. M.R.I
d. CT scan
e. Ultrasonografi

29. Terapi terbaik leiomiosarkoma antebrachii residif dengan perdarahan dan infiltrasi arteria radialis
a. Radiasi saja
b. Amputasi
c. Khemoterapi adriamycin
d. Eksisi tumor
e. BSSD

30. Hal-hal berikut berhubungan dengan penyakit limfoma maligna
a. Penyakit imunodefisiensi
b. Virus Epstein-Barr
c. Malaria
d. Transplantasi ginjal
e. Semua benar

31. Staging laparotomi dikerjakan untuk menetapkan stadium
a. Penyakit Hodgkin stadium I
b. Penyakit Hodgkin stadium III
c. Limfoma Non Hodgkin stad II
d. Limfoma Non Hodgkin stadIII
e. Semua jenis limfoma

32. Eksisi radikal kelenjar limfe merupakan terapi terbaik pada
a. NHL stadium II
b. NHL stadium III
c. Burkitt limfoma
d. Penyakit Hodgkin stadium III
e. BSSD

Pertanyaan berhubungan dengan pasien, yaitu:
Pasien perempuan umur 48 tahun datang dengan keluhan adanya benjolan pada pinggang kanan sebesar kepalan tangan orang dewasa, yang diderita sudah kurang lebih 5 bulan

33. Untuk pasien tersebut di atas gejala yang masih perlu ditanyakan adalah
a. Kolik renal
b. Hematuria
c. Anuria
d. Dysuria
e. Bukan A, B, C, dan D

34. Tanda-tanda lain seperti yang sudah disebutkan di atas adalah
a. Kolik renal
b. Hematuria
c. Renal pain
d. A dan B benar semua
e. A, B, dan C salah semua


35. Ilmu Bedah Urologi mempelajari hal tersebut di bawah ini, KECUALI
a. Cystitis pada pria dan wanita
b. Nephrectomi
c. Ureterectomi
d. Tumor tetes
e. Fertilitas pria

36. Retensio urinae dapat disebabkan hal tersebut di bawah ini, KECUALI
a. BPH
b. Striktura uretra
c. Prostatitis akuta
d. Uretritis akuta
e. Fistula vesiko vaginalis

37. Adanya udara di dalam air kencing menunjukkan adanya fistula
a. Uretro kutaneus
b. Uretro kutaneus
c. Vesica vaginalis
d. Vesica intestinalis
e. Uretra vaginalis

Untuk soal 38 – 42 dengan kasus di bawah ini
Pasien laki-laki umur 60 tahun datang dengan keluhan tidk dapat kencing, sudah kurang lebih 3 hari. Keluhan ini diderita sudah berulang kali
38. Keluhan saluran kencing bagian bawah tersebut adalah
a. Frekuensi
b. Hesistensi
c. Disuria
d. Stranguria
e. Retensio urinae

39. Gejala yang paling awal sebelum terjadi gejala tersebut adalah
a. Hematuria
b. Stranguria
c. Hesistensi
d. Frekuensi
e. Bukan A, B, C dan D




40. Apabila disertai gejala infeksi, pasien akan mengeluh
a. Hesistensi
b. Hematuria makroskopis
c. Pneumaturia
d. Frekwensi
e. Bukan A, B, C, dan D

41. Kesulitan kateterisasi pada pasien tersebut akibat pembesaran lobus prostat bagian
a. Posterior dan lateralis
b. Posterior dan anterior
c. Medialis
d. A, B, dan C benar semua
e. A, B, dan C salah semua

42. Pengambilan contoh air kencing untuk pemeriksan mikrobiologi pada pasien tersebut yang memakai kateter yaitu lewat
a. Kantong urine bag
b. Pangkal kateter
c. Pembuangan urine bag
d. Pungsi suprapubic
e. A, B, C, dan D salah semua

Untuk soal-soal nomor 43 s/d 47 dengan kasus di bawah ini
Pasien laki-laki umur 30 tahun dengan mengeluh kalau kencing pancarannya kuat dan akhir kencing menetes, kira-kira 1 tahun sebelumnya menderita infeksi pada urethranya
43. Gejala lain yang masih perlu ditanyakan yaitu
a. Kalau kencing bercabang
b. Disuria
c. Frekwensi
d. A, B dan C benar semua
e. A, B, dan C salah semua

44. Terminologi akhir kencing menetes pada pasien tersebut yaitu
a. Incontinensia over flow
b. Incontinensia continue
c. Stress incontinensia
d. Urgensi inkontinensia
e. Bukan A, B, C dan D
45. Pemeriksaan penunjang tersebut di bawah ini memenuhi kriteria untuk pasien tersebut
a. Cystografi
b. Uretroscopi
c. Uretrografi
d. A dan B benar
e. A, B dan C benar semua

46. Pemeriksaan BNO/IVP pada pasien tersebut bertujuan untuk
a. Melihat trabekulasi
b. Melihat sakulasi
c. Melihat hydroureter
d. Melihat hydronephrosis
e. A, B, C dan D benar semua

47. Pada pemeriksan bakteriologi urine, air kencing dapat diambil secara
a. Pungsi suprapubik
b. Kateterisasi
c. Kencing tengah
d. A, B, dan C benar semua
e. A, B dan C salah semua

48. Seorang pasien menderita Polio stadium Reconvalescence pada pemeriksaaan gerak terdapat
- flexi penuh, extensi terbatas
- kekuatan otot extensor dapat menggerakkan lutut dalam arah vertikal tanpa beban
keadaan ini disebut :
a. Flexion contracture
b. Kekuatan flexor 4
c. Kekuatan extensor 2
d. Kekuatan sendi
e. Ankylosis

49. Gerak di luar biasa adalah :
a. Yang melebihi batas gerak sendi
b. Yang kurang dari normal
c. Yang tidak terkendali
d. Pada tulang di luar sendi
e. Bukan A, B, C dan D




50. Seorang pasien dengan pemendekan pada traktus iliotibialis, untuk menghilangkan kontraktur dilakukan pemotongan pada traktus iliotibialis, operasi ini disebut
a. Tenolysis
b. Tenotomy
c. Tendon lengthening
d. Tenodesis
e. Tenoplasty

51. Seorang pasien umur 30 tahun menderita tumor ganas…vertebra, mengingat umurnya maka tumor-tumor berikut yang paling mungkin adalah
a. Ewing sarcoma
b. Osteo sarcoma
c. Chondro sarcoma
d. Adeno carcinoma
e. Bukan a, b, c dan d

Berikut ini adalah kasus untuk nomor 52 s/d 56
Seorang anak umur 3 tahun menderita penyakit polio, febris 2 hari, kemudian datang kepada kita pada hari ke 6 bebas febris. Pada waktu itu terdapat kelumpuhan pada otot-otot dorsiflexor pergelangan kaki
52. Pada waktu datang anak tidak boleh diberi:
a. Bedrest
b. Kompres hangat
c. Bidai
d. Latihan jalan
e. Semua boleh

53. Terjadinya kelumpuhan di sini adalah
a. Karena rasa nyeri
b. Bersifat upper motorneuron
c. Flaksid
d. Karena lesi syaraf perifer
e. Seluruhnya irreversible

54. Karena ketidakseimbangan otot-otot pada pergelangan kaki maka apabila dibiarkan akan terjadi cacat :
a. Pes cavus
b. Pes equinus
c. Pes planus
d. Pes varus
e. Pes calcaneus

55. Tindakan paling baik untuk menanggulangi penyakit polio di masyarakat adalah dengan
a. Perbaikan gizi
b. Mengisolir penderita yang masih akut
c. Menampung para cacat karena polio
d. Pengobatan sedini mungkin
e. Bukan A, B, C dan D

56. Gejala-gejala berikut terdapat pada polio, KECUALI
a. Reflex fisiologis
b. Reflex patologis
c. Atrofi otot
d. Sensibilitas normal
e. Clonus

57. Sindrom De Quervain gejalanya
a. Nyeri pada dorsoflexi pergelangan tangan
b. Nyeri pada processus styloideus radii
c. Ada penebalan pada metacarpophalangeal joint pertama
d. Nyeri pada processus styloideus ulnae
e. Bukan A, B, C dan D

58. Seorang pasien menderita infeksi pada bagian proksimal tibia sehingga menimbulkan kematian pada jaringan tulang di situ, tubuh memberi reaksi pembentukan tulang baru disekitarnya yang disebut
a. Callus
b. Sequester
c. Brodie
d. Involucrum
e. Osteosclerosis




59. Pada osteoarthritis maka kelainan pokok terdapat pada
a. Tulang-tulang pembentuk sendi
b. Cartilago
c. Synovia
d. A + B
e. B + C

60. Obat yang kita pakai sebagai senjata pertama untuk memerangi rheumatoid pada penderita adalah
a. Preparat-preparat salisilat
b. NSAID
c. Coticosteroid
d. Emas
e. Penicillamin

61. Gejala obstruksi sering dijumpai pada karsinoma kolon ascendens SEBAB pada kolon kiri faeces sudah lebih keras






















































UJIAN UTAMA 9 Januari 1995

1. Emfisema mediastinum memberikan gejala klinik di bawah ini, KECUALI
a. Sianosis
b. Payah jantung
c. Nyeri substernal
d. Suara serak
e. Krepitasi

2. Sindroma vena cava superior sering dijumpai dalam kaitan dengan penyakit
a. Sclerosing mediastinitis
b. Struma substernal
c. Perikarditis konstriktif
d. Aneurisma aorta torakal
e. Karsinoma bronkogenik

3. Pneumothoraks spontan sebesar 15% sebaiknya dilakukan
a. Observasi
b. Torakotomi
c. Pemasangan drain toraks
d. Intubasi dan ventilasi
e. Barium in loop

4. Sindroma Pancoast sering dikaitkan dengan
a. Tumor Paru
b. Sindroma Horner
c. Pneumototraks
d. Empyema
e. Atelektasis

5. Hematotoraks sebesar 500 cc memerlukan
a. Pemeriksaan X-Foto toraks
b. Torakotomi akut
c. Drainase interkostal
d. Tranfusi darah 500 cc
e. Punksi interkostal

6. Diagnostik adanya oklusi arteria perifer menahun dilakukan paling tepat dengan
a. Pemeriksaan pulsasi
b. Doppler
c. Auskultasi
d. Arteriografi
e. Pletismografi
7. Varises tungkai stadium IV ditandai dengan adanya
a. Shunting A – V
b. Ulserasi kulit
c. Varises superfisialis
d. Fleboektasia
e. Trombosis vena dalam

8. Gejala mitral stenosis sering berupa tanda klinik berikut ini, KECUALI
a. Hemoptisis
b. Emboli arteri perifer
c. Paroxysmal nocturnal dyspnea
d. Polakisuria
e. Atresia trikuspidalis

9. Seorang anak dengan sianosis bawaan kemungkinan besar menderita
a. Defek septum ventrikel
b. Tetralogi Fallot
c. Patent Ductus arteriosus
d. Defek septum atrium
e. Atresia trikuspidalis

10. Penyakit jantung pada orang dewasa dapat disebabkan oleh keadaan berikut, KECUALI
a. Beri-beri
b. Tuberkulosis
c. Syphilis
d. Hepatitis
e. Arteriosklerosis

11. Pada waktu inspirasi maka
a. Tekanan intrapulmonik sama dengan tekanan atmosfir
b. Tekanan intrapulmonik lebih kecil dari tekanan atmosfir
c. Tekanan intratorakal lebih besar dari tekanan atmosfir
d. Tekanan intratorakal sama dengan tekanan atmosfir
e. Tekanan intrapulmonik sama dengan tekanan intratorakal

12. Bedah jantung terbuka dilakukan untuk melaksanakan terapi bedah pada penyakit-penyakit jantung di bawah ini, KECUALI
a. Defek septum ventrikel
b. Defek septum atrium
c. Tetralogi Fallot
d. Ductus arteriosus persistens
e. Steno-insufisiensi mitral

13. Emfisema kutis pada trauma toraks ditandai dengan
a. Adanya sesak napas
b. Adanya pneumotoraks
c. Adanya krepitasi
d. Adanya asfiksia traumatik
e. Adanya sianosis




14. Hemiparese kontralateral pada epidural hematom di temporal disebabkan oleh
a. Kompresi lobus temporalis
b. Kompresi pada kapsula interna
c. Obstruksi arteri serebri media
d. Iritasi pada gyrus sentralis anterior
e. Penekanan pedunculus serebri pada incisura tentorii

15. Indikasi pembedahan yang harus segera dilakukan segera bilamana terdapat
a. Epidural hematom dengan tanda-tanda lateralisasi, dimana sudah mulai tampak perubahan tanda-tanda vital
b. Ping-pong impresi
c. Fraktur impresi tertutup
d. Penderita sudah dengan dilatasi pupil dan reaksi cahaya negatif
e. Penderita dalam keadaan renjatan

16. Pada laserasi otak dimana jaringan otak keluar ke permukaan kulit kepala, tindakan pertolongan pertama di rumah sakit kabupaten adalah
a. Menutup jaringan otak dengan kasa steril dengan kulit kepala tetap terbuka
b. Membiarkan luka tetap terbuka
c. Melakukan reseksi jaringan otak dan membiarkan duramater terbuka
d. Melakukan jahitan kulit sementara, kemudian mengirimkan ke rumah sakit rujukan tipe B setelah tanda-tanda vital stabil
e. Melakukan jahitan kulit sementara, menunda mengirimkan ke rumah sakit rujukan tipe B sampai 1 minggu

17. Dilatasi pupil unilateral pada hernia tentorial disebabkan penekanan pada
a. Nervus abducens
b. Nervus facialis
c. Nervus trochlearis
d. Nervus occulomotorius
e. Nervus trigeminus

18. Cedera kepala pada bayi yang terjadi pada kala kelahiran disebabkan oleh
a. Akselerasi – deselerasi
b. Cedera kontak
c. Tenaga mekanik lambat
d. Gaya angulasi
e. Tenaga mekanik cepat

19. Edema cerebri akibat trauma kepala, ditinjau dari faal patologiknya termasuk
a. Edema sitotoksik
b. Edema hidrosefalik
c. Edema vasogenik
d. Edema sitotoksik dan vasogenik
e. Semuanya di atas

20. Pilihlah diantara sebab-sebab di bawah ini yang BUKAN merupakan sumber perdarahan epiduralis
a. A. meningia media
b. V. meningia media
c. V. deploica
d. Bridging vein
e. Emisaria

21. Di antara obat-obat di bawah ini yang digunakan untuk mengurangi sebaran intracranial yang dapat menimbulkan rebound fenomen ialah
a. Furosemid
b. Barbiturat
c. Mannitol
d. Sorbitol
e. Glycerol

22. Gejala-gejala klinik pada perdarahan epidural
a. Hemiplegia, konvulsi, anisocori
b. Kesadaran menurun, hemiparese
c. Konvulsi, febris, anisocori
d. Anisocori, hemiparese kontralateral, lucid interval
e. Semuanya di atas

23. Pada Glasgow Coma Score, dilakukan penelitian terhadap
a. Respon membuka mata, pendengaran, motorik
b. Respon motorik, sensibilitas, refleks patologik
c. Respon membuka mata. Motorik, verbal
d. Respon motorik, verbal, visual
e. Semuanya di atas

24. Manifestasi klinis pada inflamasi yang diajukan oleh celcius adalah sebagai berikut, KECUALI
a. Merah
b. Bengkak
c. Fungsio lesa
d. Panas
e. Nyeri

25. Pembagian inflamasi sebagai berikut, KECUALI
a. Infeksi spesifik
b. Infeksi nonspesifik
c. Infeksi granulomatous
d. Infeksi akibat iritasi kimiawi
e. Infeksi akibat iritasi mekanis



26. Perencanaan pengobatan infeksi sebagai berikut, KECUALI

a. Istirahat di tempat tidur dan pemasangan bidai lokal serta analgesik
b. Terapi supportive
c. Pemberian antibiotika sampai empat minggu minimal
d. Pemberian antiinflamasi
e. Dekompressi atau drilling

27. Komplikasi osteomielitis kronis sebagai berikut, KECUALI
a. Osteomielitis akut
b. Kontraktur sendi
c. Fraktur patologis
d. Penyakit amiloid
e. Degenerasi maligna

28. Gagalnya pengobatan infeksi dengan antibiotik adalah sebagai berikut, KECUALI
a. Dosis antibiotik rendah
b. Rusaknya pembuluh darah ke lokasi infeksi
c. Tekanan pus tinggi sekali
d. Antibiotika yang tidak sesuai
e. Gangguan absorbsi pada pemberian parenteral

29. Komplikasi dini artritis septik akut adalah sebagai berikut, KECUALI
a. Degenerasi sendi
b. Destruksi kartilago sendi
c. Mati
d. Dislokasi patologis
e. Nekrosis epifisis

30. Perencanaan pengobatan spondilitis hematogenous akut adalah sebagai berikut, KECUALI
a. Antibiotika
b. Antiinflamasi
c. Istirahat total dan body cast
d. Analgetik
e. Operasi drainage bila terapi konservatif gagal

31. Gangguan neurologis pada spondilitis TB dapat disebabkan sebagi berikut, KECUALI
a. Kompresi pus pada medulla
b. Kompresi granulomatous pada medulla
c. Kompresi tulang terhadap medulla
d. Lesi medulla spinalis
e. Terputusnya akar serabut saraf akibat lesi tersebut

32. Deformitas tangan pada penderita artritis rematik dapat disebabkan sebagai berikut, kecuali
a. Kontraktur otot
b. Kerusakan permukaan sendi dan tangan
c. Subluksasi atau dislokasi sendi-sendi ditangan
d. Atrofi otot
e. Spasme otot

33. Tujuan pengobatan artritis rematik ….(soal nggak jelas..)

34. Rasa nyeri terus menerus (resting pain) pada proses degenerasi sendi dapat berasal dari
a. Hiperemia yang terjadi pada…
b. …. Sinovialitis
c. Kapsul
d. Otot
e. Semua pernyataan di atas benar

35. Kematian tulang kartilago sendi pada artritis rematik dapat disebabkan
a. Osteoporosis tulang disekitar sendi sehingga tulang tersebut lunak
b. Kerusakan pembuluh darah ke sendi tersebut akibat proses artritis rematik tersebut
c. Pannus yang menutupi permukaan sendi
d. Perubahan komposisi cairansendi akibat inflamasi sehingga tidak mencukupi kebutuhan kartilago sendi tersebut
e. Semua pernyataan di atas benar

36. Patogenesis degenerasi sendi pada tulang belakang regio lumbal terdapat proses
a. Degenerasi diskus
b. Instabilitas segmental
c. Penyempitan segmental
d. Hiperekstensi segmental
e. Semua pernyataan di atas benar

37. Herniasi nukleus pulposus sering terjadi dengan urutan sebagai berikut
a. L 4-5, L5-S1 dan L3-4
b. L5-S1, L4-5 dan L3-4
c. L4-5, L3-4 dan L2-3
d. L3-4, L4-5 dan L5-S1
e. Semua pernyataan di atas benar

38. Operasi emergency pada herniasi nukleus pulposus adalah
a. Nyeri persisten
b. Kelainan neurologis progressiv
c. Hilang kontrol miksi dan defekasi
d. Stenosis spinalis
e. Semua pernyataan di atas benar



39. Eksisi radikal kelenjar limfe merupakan terapi terbaik pada
a. NHL stadium II
b. NHL stadium III
c. Burkitt Limfoma
d. Penyakit Hodgkin stadium III
e. Bukan salah satu di atas

40. Karsinoma kolorektal, lokasi terbanyak pada
a. Kolon ascendens
b. Kolon transversum
c. Kolon descendens
d. Sigmoid
e. Rektum

41. Keganasan kolorektal, jenis histologis terbanyak
a. Karsinoma epidermoid
b. Limfoma Non Hodgkin
c. Limfoma Hodgkin
d. Adenokarsinoma
e. Melanoma Maligna

42. Terapi terbaik leiomiosarkoma antebrachii residif dengan perdarahan dan infiltrasi artera radialis
a. Radiasi saja
b. Amputasi
c. Khempterapi adriamycin
d. Eksisi tumor
e. Bukan salah satu di atas

43. Diagnosis pasti sarkoma jaringan lunak
a. CT scan
b. Foto polos jaringan lunak dan tulang
c. Histopatologi
d. Ultrasonografi
e. Sitologi

44. Karsinoma kolon menembus muskularis propria tanpa metastase kelenjar, menurut klasifikasi Dukes adalah:
a. A
b. B1
c. B2
d. C1
e. C2

45. Terapi operatif pilihan pertama pada karsinoma rektum 2 cm dari anus adalah
a. Hemikolektomi sinistra
b. Reseksi anterior rendah
c. Reseksi abdominoperineal dengan kolostomi
d. Sphincter saving procedure
e. Bukan salah satu di atas



46. Hal-hal berikut berhubungan dengan penyakit Limfoma Maligna
a. Penyakit imunodefisiensi
b. Virus Epstein-Barr
c. Malaria
d. Transplantasi ginjal
e. Semua benar

47. Menetapkan stadium dari Non Hodgkin Limfoma, harus dikerjakan hal-hal berikut, KECUALI
a. Biopsi
b. Foto Thoraks
c. Pemeriksaan Fisik
d. Anamnesa adanya demam
e. Staging laparotomi

48. Anak umur 3 hari dibawa ke dokter Puskesmas, ternyata menderita Congenital Muscular Torticollis, dokter tersebut seharusnya bertindak
a. Segera merujuk ke rumah sakit tipe D
b. Merujuk ke rumah sakit tipe C
c. Merujuk ke rumah sakit tipe B
d. Melakukan tindakan sendiri dulu
e. Membiarkan sampai umur 1 tahun

49. Anak umur 7 bulan datang dengan CTEV, seyogyanya dilakukan tindakan
a. Stretching
b. Serial plastering
c. Operasi tulang
d. Operasi jaringan lunak
e. Bukan A, B, C atau D

50. Anak dengan CDH sudah dapat berjalan tanpa mendapat pengobatan, akan kita dapatkan gejala khas pada geraknya, yaitu
a. Scissor’s gait
b. Seperti bebek
c. Seperti ayam
d. Genu recurvatum
e. Bukan A, B, C atau D

51. Kateterisasi pada pasien dengan retensio urinae bertujuan untuk mencegah
a. Gagal jantung dan paru
b. Anemia yang berkepanjangan
c. Gagal ginjal
d. A, B, dan C
e. Bukan A, B dan C

52. Penyempitan ureter yang paling kecil adalah
a. Uretropelvic junction
b. Ureter intramural
c. Uretravesical junction
d. Setinggi percabangan a. iliaca comunis
e. BSSD

53. Pada pasien striktur uretra akan menyebabkan
a. Dysuria
b. Pancaran urin bercabang
c. Gross hematuria
d. Inkontinensia urine paradoxal
e. Anuria

54. Retensio urinae pada neuropatic bladder, dapat dikerjakan kateterisasi dengan teknik
a. Aseptik
b. Septik
c. Bedah
d. A, B, dan C
e. Bukan A, B, C

55. Untuk mengetahui pembesaran prostat secara akurat diperlukan pemeriksaan tambahan
a. Cystografi
b. Cystoskopi
c. Urethrocystografi
d. Urethrografi
e. Pyelografi intravena

56. Pemeriksaan penunjang di Bagian Bedah Urologi adalah
a. Cystografi
b. Pyelografi intravena
c. Retrograd pyelografi
d. A dan C
e. A, B dan C

57. Perawatan kateter menetap sebaiknya
a. Kateter diganti 1 minggu 1 kali
b. Drainagenya tertutup
c. Untuk mengambil sample air kemih diambil dari sambungan kateter dan urine bag
d. A dan B
e. B dan C

58. Hal-hal tersebut di bawah ini memenuhi keluhan “renal kolik”, KECUALI
a. Rasa sakit menjalar ke genitalia eksterna
b. Serangan tiba-tiba
c. Ada perasaaan mual
d. Rasa sakit menetap pada ren
e. Sifatnya intermittens

59. Adanya fistula vesikointestinalis dapat menyebabkan keluhan berupa :
a. Disuria
b. Stranguria
c. Pneumaturia
d. Hematuria
e. Nokturia

60. Keluhan hematuria dapat disebabkan oleh
a. Keracunan obat-obatan
b. Prostat hipertrophi
c. Trombus vena renalis
d. B dan C
e. A, B dan C

61. Hematuria pada orang dewasa harus dicurigai penyakit
a. Tumor ganas
b. Meatus ulserasi
c. Pyelonephritis
d. Urethritis
e. Penyakit pada prostat

62. Penyebab anuria prerenal adalah :
a. Oklusi vasa darah
b. Parenchym ginjal rusak
c. Ileus
d. A dan C
e. A dan B

63. Retensio urine memenuhi hal-hal tersebut di bawah ini, KECUALI
a. Vesica urinaria lemah/decompensata
b. Sifatnya total
c. Perjalanannya kronis
d. Tidak merasa ingin kencing
e. Sebab dapat primer maupun sekunder

64. Pada penyakit pembesaran prostat jinak sering terjadi inkontinensia
a. Stress incontinensia
b. Urgensi inkontinensia
c. Infertilitas perempuan
d. Traktus uropoetika perempuan
e. Infertilitas pria

65. Penyakit-penyakit pada organ/sistem di bawah ini termasuk penyakit-penyakit yang dipelajari di dalam bedah urologi, KECUALI :
a. Tractus urogenitalis pria
b. Glandula suprarenalis
c. Infertilitas perempuan
d. Traktus uropoetika perempuan
e. Infertilitas pria

66. Hal berikut merupakan sifat dari abses pyogenik hati :
a. Berasal dari proses infeksi organ sekitarnya, terutama saluran bilier
b. Tidak pernah multilokuler
c. Mortalitas lebih rendah daripada abses amuba
d. Paling sering berasal dari ulserasi kolon karena kolitis
e. Semua jawaban benar

67. Hal berikut merupakan sifat dari abses amuba pada hati :
a. Multipel
b. Lokasi pada lobus kanan
c. Isi : anchovy paste
d. Jarang sering berasal dari kolitis amubik
e. C dan B benar

68. Faktor lokal yang paling menentukan beratnya trauma hati, adalah ada tidaknya kerusakan pada
a. Vena porta
b. Duktus hepatikus
c. Vena hepatika
d. Arteria hepatika
e. Bukan salah satu diatas

69. Hal-hal tersebut dibawah ini dapat menimbulkan terjadinya ikterus obstruktif, KECUALI :
a. Batu pada papila Vater
b. Keganasan pada kaput pankreas
c. Kista koledokus
d. Pankreatitis akut
e. Bukan salah satu di atas

70. Pemeriksaan imaging yang paling baik untuk menegakkan diagnosis kolelithiasis adalah
a. Oral kolesistografi
b. Skintigrafi
c. Kolangiografi
d. Ultrasonografi
e. CT scanning

71. Diagnosis ikterus obstruktif dapat ditegakkan bila didapatkan hal-hal di bawah ini :
a. Bilirubin total serum > 3 gr% + pelebaran saluran bilier
b. Kenaikan bilirubin serum lebih dari 10 gr%
c. Kenaikan bilirubin direk > 50%
d. Bilirubin direk > 3 kali bilirubin indirek
e. Bilirubin total serum > 3gr% + hepatomegali

72. Diagnosis banding perdarahan pada hemoroid adalah, KECUALI
a. Perdarahan varises esofagus
b. Perdarahan polip rekti
c. Perdarahan pada keganasan kolon
d. Perdarahan diverticulum kolon
e. BSSD



73. “Salmon-Godsall rule” pada fistula perianal menjelaskan tentang
a. Jalannya/arah saluran fistel sehubungan dengan lokasi eksternal opening
b. Jalannya/arah saluran fistel sehubungan dengan lokasi internal opening
c. Prognosis penyembuhan pasca operasi
d. Berat ringannya fistel
e. Prognosis penyembuhan sehubungan dengan umur penderita

74. Tindakan operatif pada fistula perianal
a. Buang saluran fistel, jahit luka, penyembuhan primer
b. Buang saluran fistel, biarkan luka terbuka, penyembuhan sekunder
c. Buka saluran fistel, buang internal & eksternal
d. Buka saluran fistel, berikan antibiotika masif
e. BSSD

75. Prosedur diagnostik yang dilakukan pada kasus hemoroid, KECUALI
a. Colok dubur
b. Anoskopi
c. Sigmoidoskopi
d. Kolonoskopi
e. BSSD

76. Terapi pada hemoroid, KECUALI
a. Diet yang memperlancar defekasi
b. Ligasi dengan gelang karet
c. Penyuntikan dengan zat sklerotik intraarterial
d. Sfingterotomi lateral
e. Hemoroidektomi

77. Gambaran klinis fistula perianal, KECUALI
a. Lubang kecil pada perineum yang tidak hilang timbul
b. Idem a, ditambah eksudat berupa pus, lendir
c. Tidak boleh dilakukan sondage karena bahaya sepsis
d. Tidak harus dilakukan fistulografi untuk menegakkan diagnosis
e. Bisa disebabkan oleh proktitis tuberkulosa

78. Hal-hal tersebut di bawah ini dapat diketahui dengan pemeriksaan USG, KECUALI
a. Koledokolithiasis
b. Hidrops kandung empedu
c. Tumor kaput empedu
d. Pelebaran saluran bilier intrahepatik
e. BSSD




79. Pada hemoroid derajat dua dapat dilakukan tindakan di bawah ini, KECUALI
a. Operasi dengan teknik Langenbeck
b. Penyuntikan dengan zat sklerosing
c. Ligasi dengan rubber band
d. Obat-obat yang bisa memperkuat dinding vena dan bersifat vasodilator

80. Sesuai dengan anatomi dari vena hemoroidalis maka hemoroid interna biasanya didapatkan pada lokasi
a. 2 hemoroid utama di kanan, 1 di kiri
b. sama dengan a ditambah 2 hemoroid kecil di kiri
c. 2 hemoroid utama di kiri, 1 di kanan
d. A dan B benar, tergantung pada penyebab hemoroidnya
e. BSSD

81. Komplikasi jangka pendek yang bisa terjadi pada hemoroidektomi secara White Heat adalah timbulnya
a. Stenosis ani
b. Fistula ani
c. Perdarahan
d. Fissura ani
e. Semua jawaban benar

82. Diagnosis banding pada hemoroid derajat 3 adalah:
a. Karsinoma anus
b. Prolaps rekti
c. Karsinoma rekti
d. Semua jawaban benar
e. Hanya 2 dari 3 jawaban pertama yang benar

83. Pada ruptur hati akibat trauma bisa didapatkan hal-hal di bawah ini, KECUALI
a. Hipovolemik syok
b. Fraktur costae terutama kanan depan
c. Distensi abdomen
d. Pengkabutan pada foto polos perut
e. Bukan salah satu di atas

95. Makin tinggi/proksimal letak internal opening pada fistula perianal, makin sukar penanganannya SEBAB pada keadaan tersebut kadang diperlukan kolostomi untuk diversi feses.







Cocokkan soal-soal di bawah ini
A. Kartilago sendi
B. Tulang subkhondral
C. Membrana sinovialis
D. Jaringan fibrous kapsula sendi
E. Otot

96. Kelainan khondromalasi terdapat di
97. Kelainan Heborden’s node di
98. Kelaianan pannus berasal dari
99.Kontraktur merupakan kelainan di… yang mengakibatkan deformitas sendi.
100. Lesi kistik yang berisi cairan sendi pada proses degenerasi sendi terdapat pada lapisan













































85. Gejala obstruksi sering dijumpai pada karsinoma kolon ascendens SEBAB pada kolon kiri feses sudah lebih keras

86. Diagnosis pasti karsinoma rektum adalah pemeriksaan sitologi faeces SEBAB dengan colok dubur tidak bisa teraba tumor pada rektum.

87. Leiomiosarkoma ukuran 3 cm pada paha sebaiknya diberikan khemoterapi saja SEBAB pada paha leiomiosarkoma tak bisa dikerjakan eksisi radikal

88. Anak umur 10 tahun datang dengan CTUV, untuk memperbaiki harus dioperasi SEBAB telah terjadi perubahan pada tulang-tulang kaki.

89. Anak lahir dengan Brachial Palsy diberi latihan pasif SEBAB belum dapat menggerakkan sendiri lengannya.

90. Empyema kandung empedu dengan kholelithiasis merupakan indikasi operasi segera SEBAB komplikasi keadaan tersebut di atas adalah pecahnya kandung empedu yang meninmbulkan peritonitis bilier yang mortalitasnya tinggi.

91. Dengan pemeriksaan anoskopi dapat dilihat adanya kelainan seperti fisura ani, hemoroid, fistula ani dan tumor kolon sigmoid SEBAB dengan pemeriksaan anoskopi dapat dilihat lumen sepanjang daerah rektosigmoid

92. Setiap hemoroid sebaiknya diberikan terapi SEBAB hemoroid selalu merupakan keadaan yang patologik.

93. Gambaran klinis abses amuba sangat tidak bisa dibedakan dengan abses piogenik SEBAB kedua keadaan tersebut morbiditas dan mortalitasnya sama

94. Pada batu di kandung empedu kadangkala disertai timbulnya ikterik SEBAB pada keadan tersebut bisa timbul udem pada saluran bilier




























Ujian Utama 20 Desember 2000

1. Hemiparese kontralateral pada epidural hematom di temporal disebabkan oleh :
A. Kompresi lobus temporalis
B. Kompresi pada kapsula interna
C. Obstruksi a. cerebri media
D. Iritasi pada girus sentralis anterior
E. Penekanan pada pedunculus cerebri pada incisura tentoriii

2. Diantara obat-obat di bawah ini yang digunakan untuk mengurangi tekanan intrakranial yang dapat menimbulkan “rebound phenomen” ialah :
A. Furosemid D. Asetazolamide
B. Barbiturat E. Glyserol
C. Manitol

3. Cedera kepala bayi yang terjadi pada kala kelahiran disebabkan oleh :
A. Akselerasi - deselerasi D. Gaya angulasi
B. Cedera kontak E. Tenaga mekanik cepat
C. Tenaga mekanik lambat

4. Indikasi pembedahan yang harus dilakukan segera bilamana terdapat :
A. Epidural hematom dengan tanda-tanda lateralisasi, dimana sudah mulai tampak perubahan tanda-tanda vital
B. Ping-Pong impresi
C. Fraktur impresi tertutup
D. Penderita sudah dengan dilatasi pupil dan reaksi cahaya negatip
E. Penderita dalam keadaan renjatan

5. Dilatasi pupil unilateral pada hernia tentorial disebabkan penekanan pada :
A. Nervus abducens D. Nervus acculomotorius
B. Nervus facialis E. Nervus trigeminus
C. Nervus trochlearis

6. Pada laserasi otak, dimana jaringan otak keluar ke permukaan kulit, tindakan pertolongan pertama di rumah sakit kabupaten adalah :
A. Menutup jaringan otak dengan kasa steril dengan kulit kepala tetap terbuka
B. Membiarkan luka tetap terbuka
C. Melakukan reseksi jaringan otak danmembiarkan duramater terbuka
D. Melakukan jahitan kulit sementara, kemudian mengirimkan ke rumah sakit rujukan tipe B, setelah tanda-tanda vital stabil
E. Melakukan jahitan kulit sementara, menunda mengirimkan ke rumah sakit tipe B, sampai 1 minggu

7. Pada Glasgow Coma Score, dilakukan penelitian terhadap beberapa respon ialah :
A. Respon membuka mata, pendengaran, nmotorik
B. Respon motorik, sensinilitas, refleks patologik
C. Respon membuka mata, motorik, verbal
D. Respon motorik, verbal, visual
E. Semuanya di atas





8. Ciri-ciri edema vasogenik adalah :
A. Kerusakan sawar darah otak, kebocoran plasma dengan komponennya, ekspansi ruang ekstrasel karena eksudat
B. Akumulasi cairan intrasel dalam otak, gangguan fungsi pompa Na+ - K+
C. Retensi Na+ intrasel, diikuti akumulasi air,eksudasi ekstrasel
D. Dilatasi arteriole serebral, penurunan tahanan vaskuler
E. Spasme arterial, iskhemia

9. Kenaikan tekanan intrakranial pasca trauma kepala disebabkan oleh beberapa faktor, KECUALI :
A. Adanya lesi massa
B. Gangguan absorpsi cairan otak
C. Volume serebrovaskuler yang meningkat
D. Diuresis yang berlebihan
E. Kenaikan tekanan darah sistemik

10. Gejala-gejala klasik pada perdarahan epidural :
A. Hemiplegia, konvulsi, anisocori
B. Kesadaran menurun, hemiparese
C. Konvulsi, febris, anisocori
D. Anisocori, hemiparese kontralateral, lucid interval
E. Semuanya di atas

11. Patah tulang rusuk dapat menyebabkan adanya kegagalan respirasi. Hal ini disebabkan oleh :
A. Adanya Flail-chest D. Syok hipovolemik
B. Adanya tension pneumotoraks E. Nyeri waktu napas
C. Kolaps paru menyeluruh

12. Gangguan faal respirasi yang dapat timbul pada trauma toraks adalah :
A. Oksigenasi tanpa ventilasi dan distribusi perifer
B. Diffusi ventilasi disertai ventilasi perfusi
C. Auskultasi tanpa oksigenasi dan perfusi
D. Ventilasi tanpa diffusi dan ventilasi tanpa perfusi
E. Perfusi tanpa oksigenasi dengan tanpa distribusi

13. Pada waktu ekspirasi, maka :
A. Tekanan intrapulmonik lebih besar dari tekanan atmosfir
B. Tekanan intratorakal sama dengan tekanan intrapulmonik
C. Tekanan intrapulmonik sama dengan tekanan atmosfir
D. Tekanan atmosfir menjadi lebih kecil

14. Distress respirasi berat pada trauma toraks sering dikaitkan dengan adanya :
A. Tumor Pancoast D. Emfisema kutis
B. Struma retrosternal E. Flail Chest
C. Aneurisma aorta torakal

15. Trauma tajam tertutup pada toraks dapat menimbulkan gejala akut berupa :
A. Dekompensatio cordis D. Tension pneumotoraks
B. Dekompresi respirasi E. Emfisema mediastinum
C. Effusi pleura

16. Emfisema cutis pada trauma toraks adalah gejala klinik akibat keadaan di bawah ini KECUALI :
A. Sesak karena asthma bronchiale D. Kerusakan paru
B. Trauma bronkus E. Pneumotoraks tertutup
C. Cedera substernal

17. Hematotoraks sebesar 1500 cc memerlukan :
A. Pemeriksaan X-foto toraks D. Tranfusi darah 1500 cc
B. Torakotomi akut E. Punksi interkostal
C. Drainase interkostal

18. Tamponade jantung pada trauma toraks ditandai secara dini dengan :
A. Adanya sesak nafas D. Adanya nadi paradoksal
B. Adanya pneumotoraks E. Adanya sianosis dan sesak
C. Adanya krepitasi kulit

19. Sindrom Pancoast sering dikaitkan dengan:
A. Tumor paru D. Empyema
B. Sindroma Horner E. Atelektasis
C. Pneumotoraks

20. Seorang bayi yang lahir sianosis kemungkinan besar menderita :
A. Defek septum ventrikel D. Defek septum atrium
B. Tetralogi Fallot E. Matadie de roger
C. Patent Ductus Arteriosus

21. Pada kelainan cranio-facial ini terdapat syndactily jari tangan dan kaki :
A. Apert syndrome D. Semua di atas benar
B. Crouzon syndrome E. Bukan salah satu di atas
C. Treacher-Collins syndrome

22. Syndrome di bawah ini merupakan salah satu bentuk gangguan sumbing cranio-facial :
A. Apert syndrome D. Semua di atas benar
B. Crouzon syndrome E. Bukan salah satu di atas
C. Treacher-Collins syndrome

23. Penderita sumbing bibir dan langit-langit pada usia 1 – 2 minggu, tindakan yang dapat :
A. Labioplasty D. Semua di atas benar
B. Palatoplasty E. Bukan salah satu di atas
C. Pasang obturator

24. Labioplasty biasanya dikerjakan pada usia :
A. 10 hari D. 10 tahun
B. 10 minggu E. Bukan salah satu di atas
C. 10 bulan

25. Palatoplasty biasanya dikerjakan pada usia:
A. ½ - 1 bulan D. 1 ½ - 2 tahun
B. 1 ½ - 2 bulan E. Bukan salah satu di atas
C. ½ - 1 tahun

26. Salah satu tujuan penting operasi palatoplasty ialah perbaikan :
A. Airway D. Bicara
B. Breathing E. Bukan salah satu di atas
C. Penampilan




27. Penderita kecelakaan dengan kecurigaan frajtur mandibula, tindakan kita pertama-tama :
A. X-foto mandibula D. Persiapan operasi : Lab. Darah
B. Menilai occlusi E. Bukan salah satu di atas
C. Menilai airway, breathing, circulation

28. Hal-hal berikut sesuai untuk luka bakar derajat III, KECUALI :
A. Permukaan luka nampak pucat D. Perlu skin graft
B. Permukaan luka nampak kering E. Bukan salah satu di atas
C. Test sensibilitas : nyeri sekali

29. Rekonstruksi telinga pada penderita microtia menggunakan cartilago costa sebaiknya dikerjakan pada usia :
A. 1 tahun D. 7 tahun
B. 3 tahun E. Bukan salah satu di atas
C. 5 tahun

30. Pada waktu menjahit luka sayat/vulnus scissum pada bibir atas, agar dapat diperoleh hasil estetika yang baik :
A. Jahit dari ujung ke ujung luka
B. Jahit dari tengah luka ke ujung
C. Jahit dari muco-cutaneus junction
D. Semua di atas benar
E. Bukan salah satu di atas

31. Tumor tulang primer yang paling sering adalah:
A. Osteosarcoma D. Giant cell tumor
B. Fibrosarcoma E. Fibrous dysplasia
C. Osteochondroma

32. Tumor tulang yang paling sering adalah :
A. Osteosarcoma D. Giant cell tumor
B. Fibrosarcoma E. Metastasis tumor pada tulang
C. Osteochondroma

33. Congenital muscular torticollis :
A. Bentuk muka symetris
B. Kepala menjauhi m. sternocleidomastoideus
C. Pipi mendekati
D. Leher terputar
E. Jari-jari lebih dari jumlah normal

34. Radial club hand :
A. Gangguan pertumbuhan tulang radius
B. Gangguan pertumbuhan tulang ulna
C. Gangguan pertumbuhan tulang humerus
D. Gangguan pertumbuhan tulang femur
E. Gangguan pertumbuhan tulang tibia

35. Apert’s syndrome :
A. Kepala bundar D. Penyebabnya adalah trauma
B. Macila besar E. Tangan dan kaki komplit syndactily
C. Palatum durum normal


36. Tumor jaringan lunak dengan sifat invasif, tidak metastasis, adalah :
A. Lipoma D. Fibrous histiositoma
B. Fibromatosis E. Liposarkoma
C. Neurofibrosarkoma

37. Diagnosis pasti terbaik untuk sarkoma jaringan lunak :
A. Aspirasi biopsi jarum halus D. MRI
B. Angiografi E. Biopsi jaringan
C. CT Scan

38. Terapi terbaik pada rhabdomiosarkoma orang dewasa adalah :
A. Khemoterapi D. Terapi
B. Radiasi E. Imunoterapi
C. Operatif

39. Menentukan dalamnya invasi melanoma dalam milimeter adalah sistem :
A. Clark D. UICC
B. Breslow E. TNM
C. WHO

40. Faktor prognostik penting melanoma:
A. Dalamnya invasi D. Ulserasi
B. Metastase kelenjar E. Semua benar
C. Lokasi

41. Melanoma pada ekstremitas dengan ketebalan kurang dari 1 mm, terapi terbaik adalah :
A. Terapi BCG D. Eksisi Bedah
B. Khemoterapi E. Perfusi Regional
C. Radiasi

42. Faktor resiko kanker kulit non-melanoma, KECUALI :
A. Radiasi ion D. Kontak insektisida
B. Radiasi ultraviolet E. Imunosupresi
C. Antibiotik topikal

43. Terapi karsinoma sel skuamosa pada muka, dengan metastase kelenjar yang mobil, terbaik adalah :
A. Terapi hormon D. Eksisi tumor dengan diseksi kelenjar
B. Eksisi tumor saja, ditambah radiasi E. Sitostatika
C. Radiasi Interna

44. Pemilihan modalitas terapi karsinoma sel basal, tergantung dari :
A. Ukuran tumor D. Keadaan umum penderita
B. Lokasi tumor E. Semua benar
C. Hasil kosmetik

45. Pemberian analgesik pada nyeri kanker sesuai dengan hal berikut, KECUALI:
A. Sebaiknya obat peroral D. Kalau perlu saja
B. Sebaiknya obat single E. Mulai dengan golongan non-opioid
C. Sesuai dengan analgesic ladder WHO





46. Prinsip dasar bedah onkologi adalah sebagai berikut :
A. Sikatriks pada irisan biopsi harus bisa diangkat waktu operasi definitif
B. Tumor dengan kelenjar metastase diangkat dengan batas jaringan sehat
C. Selama operasi instrumen yang terkontaminasi harus diganti
D. Amputasi bila perlu
E. Semua benar

47. Dengan “core biopsy” didapatkan material untuk pemeriksaan :
A. Serologi D. Sitologi
B. Mikrobiologi E. Molekuler
C. Histologi

48. Hal-hal tersebut dibawah ini erat hubungannya dengan pasien Hiperplasi Prostat Jinak :
A. Keluhannya disebut sindroma prostatismus
B. Hiperplasinya karena pengaruh hormon DHT
C. Kematiannya dikarenakan gagal ginjal
D. A dan B benar
E. A, B, dan C benar semua

49. Keluhan yang terberat pada simptom obstruktivus adalah :
A. Kencing pancarannya lemah D. Retensio urine total
B. Kencing tidak puas E. Akhir kencing menetes
C. Inkontinensia paradoksal

50. Pemeriksaan untuk menentukan kecepatan aliran urin adalah :
A. Sistografi D. Renografi
B. Uroflometri E. Bukan A, B, C dan D
C. Uretrografi

51. Hiperplasi Prostat Jinak berasal dari daerah :
A. Perifer D. A dan B benar
B. Sentral E. A, B dan C benar semua
C. Transisional

52. Yang berperan pada simptom iritatif adalah:
A. Kelenjar prostat D. Sel otot polos kapsul prostat
B. M. sfingter uretra E. Bukan A, B, C, dan D
C. Hipertrofi m. detrussor

53. Indikasi pemberian obat alfa satu bloker adalah :
A. Meringankan keluhan simptom obstruksi
B. Meringankan simptom iritatif
C. Memperbesar volume kandung kemih
D. A dan B benar
E. A, B, dan C benar semua

54. Pasien HPJ perlu dilakukan tindakan operasi bila :
A. Pada pengukuran residu urin besarnya 125 cc
B. Nilai pada isian IPSS sebesar 25
C. Pada pemeriksaan USG ginjal didapatkan adanya hidronephrosis
D. A, B dan C benar semua
E. A, B dan C salah semua


55. Rasa sakit yang timbul pada pasien vesikolithiasis :
A. Lokasinya di daerah paha medial
B. Juga disebut sebagai kolik
C. Terjadi pada awal kncing
D. Rasa sakitnya dijalarkan ke penis
E. Bukan A, B, C dan D


56. Faktor-faktor timbulnya vesikolithiasis :
A. Adanya striktura uretra yang mengakibatkan retensio urine
B. Pembesaran dari kelenjar prostat (HPJ)
C. Adanya divertikula pada vesika urinaria
D. A dan B benar
E. A, B, dan C benar semua

57. Indikasi operasi tertutup (Lithotripsi) adalah :
A. Batu kecil dan lunak
B. Pada pasien dengan penyakit penyerta striktura uretra
C. Tepat pada vesikolithiasis anak
D. Letak batu pada divertikula
E. Bukan A, B, C dan D

58. Pasien dengan batu ureter penampang 0,5 cm sebaiknya dilekukan operasi karena :
A. Dapat menyebabkan kerusakan ginjal (hidronrphrosis)
B. Umumnya batu tersebut tidak dapat turun / lepas spontan
C. Menimbulkan rasa sakit
D. Terapi konservatif setelah 6 – 8 minggu tidak berhasil
E. Bukan A, B, C dan D

59. Tempat-tempat batu ureter mengalami pemberhentian pada waktu turun adalah :
A. Ureter intra mural D. Ureteropelvis junction
B. Menyilang vas deferens E. A, B, C dan D benar semua
C. Menyilang vasa iliaka

60. Pasien dengan batu ureter sering mengeluh :
A. Mual sampai muntah D. A dan B benar
B. Seperti ileus paralitikus E. A, B dan C benar semua
C. Berkeringat dingin

61. Striktura uretra dapat terjadi sebagai akibat :
A. Uretritis gonorhoika D. Tindakan operasi prostatektomi
B. Fraktur pelvis E. A, B, C dan D benar semua
C. Tindakan kateterisasi

62. Pemeriksaan uretrosistografi bipoler dapat dipakai untuk menentukan:
A. Panjang striktur D. A dan B benar
B. Jenis dari striktur (total partial) E. A, B dan C benar semua
C. Letak striktur

63. Indikasi operasipada tukak peptik duodeni, KECUALI :
A. Medical Bleeding
B. Rasa sakit yang menetap (intractable pain)
C. Obstruksi
D. Perforasi
E. Surgical bleeding

64. Tujuan pembagian segmen pada anatomi fungsional hati adalah :
A. Membagi hepar berdasar bangunan anatomis yang mudah dikenal
B. Mempermudah melakukan reseksi pada kasus keganasan hepar
C. Membagi hepar berdasar fungsi masing-masing segmen
D. Menghindari terpotongnya struktur vital pada operasi
E. BSSD
65. Diagnosis ikterus obstruktif sudah dapat ditegakkan apabila didapatkan :
A. Bilirubin serum > 5 gr% + sumbatan saluran bilier
B. Kenaikan kadar bilirubin serum di atas 5 gr%
C. Bilirubin serum > 5 gr% dimana bilirubin direk > 80%
D. Bilirubin serum 3 gr% + pelebaran saluran bilier
E. Pelebaran saluran bilier akibat sumbatan mekanik ekstra/intrahepatal

66. Faktor yang mempengaruhi mortalitas …pada kasus ikterus obstruktif, KECUALI:
A. Kadar bilirubin serum D. Usia
B. Kadar kolesterol serum E. Semua benar
C. Kadar alkali pospatase serum

67. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya batu empedu :
A. Saturasi bilus D. Diet
B. Deskuamasi epitel kantong empedu E. Semua benar
C. Adanya nidus

68. Keuntungan kolesistektomi dengan laparoskopi yang paling utama :
A. Waktunya lebih pendek D. Rasa sakit jauh berkurang
B. Kosmetik lebih bagus E. Trauma lebih sedikit
C. Lebih steril

69. Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis kolelithiasis yang paling efektif :
A. Kolangiografi intravena D. CT scan
B. Kolangiografi oral E. Foto polos perut
C. USG

70. Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis ikterus obstrukti adalah pemeriksaan kimia darah ditambah :
A. USG D. Kolangiografi oral
B. CT scan E. Kolangiografi intravena
C. Foto polos perut

71. Kolangitis adalah :
A. Infeksi pada kantong empedu
B. Infeksi pada kantong empedu yang disebabkan oleh batu empedu
C. Infeksi saluran bilier yang disebabkan oleh koledokolithiasis
D. Infeksi jaringan stroma hati
E. Infeksi pada saluran bilier

72. Tujuan utama operasi by pass biliodigestif pada keganasan yang inoperable adalah :
A. Memperpanjang survival rate
B. Mengurangi rasa sakit
C. Mencegah kolangitis dan kerusakan hepatosit
D. Menurunkan bilirubin serum
E. Mencegah metastasis jauh

73. Komplikasi koledokolithiasis :
A. Kolangitis supuratif D. Striktur abdomen
B. Kolelithiasis sekunder E. Fistula dari vesica felea ke duodenum
C. Hepatitis

74. Komplikasi kolelithiasis, KECUALI :
A. Gall stone ileus D. Perforasi kantong empedu
B. Empyema kantong empedu E. Kolesistitis kronis
C. Iketrus obstruktif berat

75. Yang dimaksud dengan drainase interna pada operasi kasus dengan ikterus obstruktif :
A. Menghilangkan sumbatan makanik yang ada
B. Melakukan eksplorasi saluran bilier
C. Menghilangkan kausa ikterus obstruktif
D. Mencegah terjadinya kolangitis
E. Mengalirkan bilus yang tersumbat ke dalam usus

76. Faktor yang paling berperan pada terjadinya kolangitis akut adalah :
A. Obstruksi saluran bilier
B. Keganasan kuman pada bilus
C. Keadan umum penderita
D. Tingginya kadar bilirubin serum yang terjadi
E. Ada tidaknya kolesistitis yang menyertai

A. Pernyataan benar, alasan benar hub sebab-akibat benar
B. Pernyataan benar, alasan benar tidak ada hubungan
C. Pernyataan benar, alasan salah
D. Pernyataan salah, alasan benar
E. Pernyataan salah, alasan salah

77. Arteria dapat tersumbat karena emboli SEBAB gumpalan darah disebut embolus.

78. CTEV disebut juga Club foot SEBAB deformitas yang terjadi pada sendi pergelangan kaki berbentuk equinus

79. Polydactily adalah suatu kelainan dimana jumlah jari-jari tangan lebih dari normal SEBAB Polydactily merupakan kelainan kongenital

80. Fibrous dysplasia merupakan kelainan pada tulang SEBAB jaringan tulang yang ada diganti oleh jaringan fibrosa.

81. Radial club hand adalah kelainan yang terjadi di tulang radius SEBAB terdapat gangguan pertumbuhan pada tulang radius.

82. Tumor tulang primer paling sering adalah osteosarcoma SEBAB sering menyerang pada usia dewasa muda.

83. Obat yang dipakai dalam nyeri kanker harus dimulai dari golongan opioid lemah SEBAB golongan aspirin bisa menyebabkan gangguan koagulasi

84. Rhabdomiosarkoma residif dengan perdarahan hebat pada kaki bisa dikerjakan amputasi SEBAB terapi terbaik rhabdomiosarkoma pad anak-anak adalah amputasi.

85. Terapi non kuratif pada penderita kanker stadium lanjut antar lain untuk menaikkan kualitas hidup SEBAB penderita kanker stadium lanjut akan meninggal dalam 3 bulan

86. Untuk kasus batu empedu pada operasi yang diambil adalah batu empedu bersama kantong empedu SEBAB pada kolelithiasis kantong empedu pada umumnya sudah tidak berfungsi untuk mencegah residif dan pengambilan kantong empedu tidak menimbulkan efek samping bagi fisiologi tubuh.

87. Perdarahan pada tukak peptik duodeni umumnya terjadi pada dinding depan duodenum pars II SEBAB perforasi pada tukak peptik duodeni umumnya terjadi pada bagian posterior duodenum pars II.

88. Tukak peptik gaster berbeda dengan tukak peptik duodenum SEBAB pada tukak peptik duodenum tindakan vagotomi saja kadang sudah mencukupi

89. Pada kerusakan total pankreas akibat trauma, penderita tidak mungkin bisa diselamatkan SEBAB Pankreas menghasilkan hormon dan enzym yang diperlukan untuk proses digesti

90. Abses hepar piogenik dan amoebik berbeda pada penanganan bedah/drenasenya SEBAB Tindakan drenase dikerjakan pada abses amoebik dengan diameter > 10 cm

91. Pada kolelithiasis dilakukan pengambilan batu bersama dengan vesica felea SEBAB Kolelithiasis selalu simptomatik

92. Patah tulang ganda (multiple) :
1. Sering menyebabkan nyeri hebat
2. Sering menimbulkan hemoptisis
3. Bisa menunjukkan flail-chest
4. Merupakan fraktur patologik

93. Penyakit arteri perifer oklusif (PAPO) pada usia lanjut dapat disebabkan oleh :
1. Kebiasaan merokok berat
2. Gangren akral
3. Hiperkolesterolemia
4. Claudicatio venosa

94. Pengobatan varices secara bedah berupa :
1. Stripping vena
2. Skleroterapi
3. Ligasi vv. Perforantes
4. Flebotomi sekuensial

95. Pernyataan di bawah ini adalah benar :
1. 95% dari tumor paru adalah karsinoma small- cell
2. 50% kecelakaan lalu lintas berakibat fatal
3. Kurang lebih 65% trauma toraks berakibat fatal
4. Luka tusuk jantung tidak selalu fatal









Cocokkanlah
A. Fibrous dysplasia
B. Osteosarcoma
C. Myeloma
D. Myeloma
E. Club foot

96. Ground glass
97. Codman’s triangle
98. Bence-Jones Protein
99. Punched-Out
100. CTEV





Ujian Ulangan 3 Januari 2000


1. Sindroma Pancoast sering dikaitkan
A. Tumor paru D. Empyema
B. Sindrma horner E. Atelektasis
C. Pneumotoraks

2. Pneumotoraks adalah keadaan yang dapat terjadi pada trauma thoraks dan memerlukan tindakan yang harus segera dilakukan, karena :
A. Merupakan penyebab utama kematian
B. Ventilasi dan perfusi terganggu
C. Mengakibatkan bronkospasme
D. Dapat menimbulkan tension pneumotoraks
E. Dapat timbul emphysema kutis

3. Pneumotoraks spontan sebesar 15% memerlukan tindakan :
A. Observasi D. Intubasi dan ventilasi
B. Torakotomi E. Barium inloop
C. Pemasangan drain toraks

4. Hematotoraks sebesar 1500 cc memerlukan
A. Pemeriksaan X-foto toraks D. Tranfusi darah 1500 cc
B. Torakotomi akut E. Punksi interkostal
C. Drainase interkostal

5. Gangguan faal respirasi yang dapat timbul pada trauma toraks adalah :
A. Oksigenasi tanpa ventilasi dan distribusi perfusi
B. Diffusi ventilasi disertai ventilasi perfusi
C. Auskultasi tanpa oksigenasi dan perfusi
D. Ventilasi tanpa diffusi dan ventilasi tanpa perfusi
E. Perfusi tanpa oksigenasi dengan tanpa distribusi

6. Varices tungkai stadium II ditandai dengan adanya :
A. Shunting A-V pada mikrosirkulasi
B. Ulserasi kulit karena turunnya TcPO2
C. Varices superfisialis dan vena berkelok
D. Fleboektasia tanpa beban ortostatik
E. Trombosis vena dalam dan ulkus

7. Pada waktu inspirasi, maka :
A. Tekanan intrapulmonik sama dengan tekanan atmosfir
B. Tekanan intrapulmonik lebih kecil dari tekanan atmosfir
C. Tekanan intratorakal lebih besar dari tekanan atmosfir
D. Tekanan intratorakal sama dengan tekanan atmosfir
E. Tekanan intrapulmonik sama dengan tekanan intratorakal

8. Karsinoma paru stadium II dengan sistem TNM adalah :
A. T2N0M0 D. T2N1M0
B. T1N2M0 E. T1N1M0
C. T2N2M0



9. Pada waktu ekspirasi, maka :
A. Tekanan intrapulmonik lebih besar dari tekanan atmosfir
B. Tekanan intratorakal sama dengan tekanan intrapulmonik
C. Tekanan intrapulmonik sama dengan tekanan atmosfir
D. Tekanan atmosfir menjadi lebih kecil
E. Tekanan intratorakal lebih kecil dari tekanan atmosfir

10. Pada waktu fase istirahat, maka :
A. Tekanan atmosfir sama dengan tekanan intratorakal
B. Tekanan intrapulmonik sama dengan tekanan intratorakal
C. Tekanan intrapulmonik sama dengan tekanan atmosfir
D. Tekanan intratorakal dan intrapulmonik berubah
E. Tekanan atmosfir menjadi lebih besar

11. Tumor jinak paru pada usia muda umumnya adalah :
A. Chondroma D. hematoma
B. Teratoma E. Osteochondroma
C. Chondrosarkoma

12. Emfisema mediastinum memberikan gejala klinik dibawah ini, KECUALI :
A. Sianosis D. Suara serak
B. Payah jantung E. Krepitasi
C. Nyeri substernal

13. Kejadian tersering penyebab trauma toraks adalah yang disebut di bawah ini, KECUALI :
A. Kecelakaan kerja D. Kecelakaan lalulintas
B. Kecelakaan kriminalitas E. Kecelakaan bencana alam
C. Kecelakaan rumah tangga

14. Penyakit jantung pada orang dewasa dapat disebabkan oleh keadaan berikut, KECUALI :
A. Beri-beri D. Hepatitis
B. Tuberkulosis E. Arteriosklerosis
C. Sypilis

15. Distres respirasi berat pada trauma toraks sering dikaitkan dengan adanya :
A. Tumor pancoast D. Emfisema kutis
B. Struma retrosternal E. Flail chest
C. Aneurisma aorta torakal

16. Ciri-ciri edema vasogenik adalah :
A. Kerusakan sawar darah otak, kebocoran plasma dengan komponennya, ekspansi ruang ekstrasel karena eksudat
B. Akumulasi cairan intrasel dalam otak, gangguan fungsi pompa Na+ - K+
C. Retensi Na+ intrasel, diikuti akumulasi air,eksudasi ekstrasel
D. Dilatasi arteriole serebral, penurunan tahanan vaskuler
E. Spasme arterial, iskhemia








17. Pada laserasi otak, dimana jaringan otak keluar ke permukaan kulit, tindakan pertolongan pertama di rumah sakit kabupaten adalah :
A. Menutup jaringan otak dengan kasa steril dengan kulit kepala tetap terbuka
B. Membiarkan luka tetap terbuka
C. Melakukan reseksi jaringan otak danmembiarkan duramater terbuka
D. Melakukan jahitan kulit sementara, kemudian mengirimkan ke rumah sakit rujukan tipe B, setelah tanda-tanda vital stabil
E. Melakukan jahitan kulit sementara, menunda mengirimkan ke rumah sakit tipe B, sampai 1 minggu


18. Indikasi pembedahan yang harus dilakukan segera bilamana terdapat :
A. Epidural hematom dengan tanda-tanda lateralisasi, dimana sudah mulai tampak perubahan tanda-tanda vital
B. Ping-Pong impresi
C. Fraktur impresi tertutup
D. Penderita sudah dengan dilatasi pupil dan reaksi cahaya negatip
E. Penderita dalam keadaan renjatan

19. Dilatasi pupil unilateral pada hernia tentorial disebabkan penekanan pada :
A. Nervus abducens D. Nervus acculomotorius
B. Nervus facialis E. Nervus trigeminus
C. Nervus trochlearis

20. Diantara obat-obat di bawah ini yang digunakan untuk mengurangi tekanan intrakranial yang dapat menimbulkan “rebound phenomen” ialah :
A. Furosemid D. Asetazolamide
B. Barbiturat E. Glyserol
C. Manitol

21. Pada Glasgow Coma Score, dilakukan penelitian terhadap beberapa respon ialah :
A. Respon membuka mata, pendengaran, motorik
B. Respon motorik, sensibilitas, refleks patologik
C. Respon membuka mata, motorik, verbal
D. Respon motorik, verbal, visual
E. Semuanya di atas

22. Kenaikan tekanan intrakranial pasca trauma kepala disebabkan oleh beberapa faktor, KECUALI :
A. Adanya lesi massa
B. Gangguan absorpsi cairan otak
C. Volume serebrovaskuler yang meningkat
D. Diuresis yang berlebihan
E. Kenaikan tekanan darah sistemik

23. Hemiparese kontralateral pada epidural hematom di temporal disebabkan oleh :
A. Kompresi lobus temporalis
B. Kompresi pada kapsula interna
C. Obstruksi a. cerebri media
D. Iritasi pada girus sentralis anterior
E. Penekanan pada pedunculus cerebri pada incisura tentoriii





24. Gejala-gejala klasik pada perdarahan epidural :
A. Hemiplegia, konvulsi, anisocori
B. Kesadaran menurun, hemiparese
C. Konvulsi, febris, anisocori
D. Anisocori, hemiparese kontralateral, lucid interval
E. Semuanya di atas

25. Cedera kepala bayi yang terjadi pada kala kelahiran disebabkan oleh :
A. Akselerasi - deselerasi D. Gaya angulasi
B. Cedera kontak E. Tenaga mekanik cepat
C. Tenaga mekanik lambat

26. Tumor jaringan lunak dengan sifat invasif, tidak metastasis, adalah :
A. Lipoma D. Fibrous histiositoma
B. Fibromatosis E. Liposarkoma
C. Dermatofibroma

27. Diagnosis keganasan histologis (G) pada sarkoma jaringan lunak, ditentukan dengan :
A. Aspirasi biopsi jarum halus D. MRI
B. Angiografi E. Biopsi jaringan
C. CT Scan

28. Terapi liposarkoma pada paha, bisa merupakan kombinasi :
A. Khemoterapi adjuvan pada Grade 3 D. Kombinasi A, B, C
B. Radiasi E. Kombinasi A, B
C. Operatif

29. Menentukan dalamnya invasi melanoma dalam milimeter adalah sistem :
A. Clark D. UICC
B. Breslow E. TNM
C. WHO

30. Faktor prognostik penting melanoma, KECUALI:
A. Dalamnya invasi D. Ulserasi
B. Metastase kelenjar E. Jenis kelamin
C. Lokasi

31. Melanoma pada ekstremitas dengan ketebalan kurang dari 1 mm, terapi terbaik adalah :
A. Terapi BCG D. Eksisi Bedah
B. Khemoterapi E. Perfusi Regional
C. Radiasi

32. Faktor resiko kanker kulit non-melanoma, KECUALI :
A. Radiasi ion D. Kontak insektisida
B. Radiasi ultraviolet E. Imunosupresi
C. Obat anti jamur topikal

33. Terapi karsinoma sel basal pada muka, tanpa metastase kelenjar yang mobil, terbaik adalah :
A. Terapi hormon D. Eksisi tumor dengan batas yang cukup radikal
B. Eksisi tumor saja, ditambah radiasi E. Sitostatika
C. Radiasi Interna



34. Pemilihan modalitas terapi karsinoma sel skuamosa, tergantung dari :
A. Ukuran tumor D. Keadaan umum penderita
B. Lokasi tumor E. Semua benar
C. Hasil kosmetik

35. Pemberian analgesik pada nyeri kanker sesuai dengan hal berikut, KECUALI:
A. Sebaiknya obat peroral
B. Sebaiknya obat single
C. Sesuai dengan analgesic ladder WHO
D. Mulai dengan golongan non-opioid
E. Tidak diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi hepar

36. Prinsip dasar bedah onkologi adalah sebagai berikut :
A. Sikatriks pada irisan biopsi harus bisa diangkat waktu operasi definitif
B. Tumor dengan kelenjar metastase diangkat dengan batas jaringan sehat
C. Selama operasi instrumen yang terkontaminasi harus diganti
D. Amputasi bila perlu
E. Semua benar

37. Dengan “core biopsy” didapatkan material untuk pemeriksaan :
A. Serologi D. Sitologi
B. Mikrobiologi E. Molekuler
C. Histologi

38. Pada syndrome di bawah ini bentuk mata tidak normal :
A. Apert syndrome D. Semua di atas benar
B. Crouzon syndrome E. Bukan salah satu di atas
C. Treacher-Collins syndrome

39. Sumbing bibir dan langit-langit yang sering dijumpai di klinik, menurut klasifikasi Tessier merupakan :
A. Cleft no.1 D. Semua di atas benar
B. Cleft no.2 E. Bukan salah satu di atas
C. Cleft no.3

40. Penderita sumbing bibir dan langit-langit pada usia 1 – 2 minggu, tindakan yang dapat dikerjakan ialah:
A. Labioplasty D. Semua di atas benar
B. Palatoplasty E. Bukan salah satu di atas
C. Pasang obturator

41. Labioplasty biasanya dikerjakan pada usia :
A. 10 hari D. 10 tahun
B. 10 minggu E. Bukan salah satu di atas
C. 10 bulan

42. Palatoplasty biasanya dikerjakan pada usia:
A. ½ - 1 bulan D. 1 ½ - 2 tahun
B. 1 ½ - 2 bulan E. Bukan salah satu di atas
C. ½ - 1 tahun

43. Salah satu tujuan penting operasi palatoplasty ialah perbaikan :
A. Airway D. Bicara
B. Breathing E. Bukan salah satu di atas
C. Penampilan

44. Kasus dewasa trauma muka, airway baik, breathing baik, kesadaran terganggu, tensi tak terukur, nadi lemah tak teraba. Terdapat luka pada kulit kepala ± 8 cm dan pada pipi belakang ± 5 cm dengan cidera pada ramus mandibularis nervus facialis, ductus stensen dan a. facialis. Tindakan kita yang pertama-tama ialah ;
A. Menyambung r. mandibularis n. VII
B. Menyambung ductus stenseni
C. Menyambung n. facialis
D. Semua di atas benar
E. Bukan salah satu di atas

45. Pada kasus di atas setelah dilakukan tindakan pertama yang benar, keadaan pasien membaik, yaitu dengan melihat urine output minimal :
A. 10 ml/jam D. 90 ml/jam
B. 30 ml/jam E. Bukan salah satu di atas
C. 60 ml/jam

46. Pada kasus tersebut di atas tidak perlu dilakukan:
A. Penyambungan r. mandibularis N VII
B. Penyambungan ductus stenseni
C. Penyambungan a. facialis
D. Semua di atas benar
E. Bukan salah satu di atas

47. Keberhasilan tindakan apa pada kasus tersebut yang baru dapat dilihat setelah beberapa bulan :
A. Penyambungan r. mandibularis N VII
B. Penyambungan ductus stenseni
C. Penyambungan a. facialis
D. Semua di atas benar
E. Bukan salah satu di atas

48. Tumor tulang primer yang paling sering adalah:
A. Osteosarcoma D. Giant cell tumor
B. Fibrosarcoma E. Fibrous dysplasia
C. Osteochondroma

49. Tumor tulang yang paling sering adalah :
A. Osteosarcoma D. Giant cell tumor
B. Fibrosarcoma E. Metastasis tumor pada tulang
C. Osteochondroma

50. Congenital muscular torticollis :
A. Bentuk muka symetris
B. Kepala menjauhi m. sternocleidomastoideus
C. Pipi mendekati
D. Leher terputar
E. Jari-jari lebih dari jumlah normal

51. Radial club hand :
A. Gangguan pertumbuhan tulang radius
B. Gangguan pertumbuhan tulang ulna
C. Gangguan pertumbuhan tulang humerus
D. Gangguan pertumbuhan tulang femur
E. Gangguan pertumbuhan tulang tibia

52. Apert’s syndrome :
A. Kepala bundar D. Penyebabnya adalah trauma
B. Macila besar E. Tangan dan kaki komplit syndactily
C. Palatum durum normal

53. Pemberian 5-α reductase inhibitor pada pasien HPJ adalah untuk :
A. Penyembuhan
B. Mengurangi simptom iritatif
C. Mengurangi volume kelenjar prostat
D. A, B benar
E. A, B dan C benar

54. Hasil yang diharapkan pada pemeriksaan PSA pasien HPJ umur 58 tahun adalah:
A. 4,0 ng/ml D. 2,5 ng/ml
B. 4,5 ng/ml E. 6,5 ng/ml
C. 3,5 ng/ml

55. Adanya sumbatan pintu keluarvesika urinaria pada pasien HPJ akan mengakibatkan :
A. Divertikula vesika urinaria D. A dan B benar
B. Vesicolithiasis E. A, B, dan C benar semua
C. Trabekulasi vesika urinaria

56. Pada pemeriksaan colok dubur, konsistensi kelenjar prostat pasien HPJ seperti :
A. Kenyal seperti karet
B. Lunak
C. Keras seperti tulang
D. Otot yang terletak diantara 2 tulang metakarpal seaktu tangan menggenggam
E. Bukan A, B, C dan D

57. Simptom obstruksi yang terakhir/terberat adalah :
A. Retensio urinae D. Inkontinensia paradoksal
B. Kencing rasa ridak puas E. Bukan A, B, C dan D
C. Pancaran lemah

58. Pada laki-laki umur 58 tahun diharapkan mengalami keluhan akibat HPJ sebesar:
A. 45% D. 14%
B. 50% E. 60%
C. 24%

59. Teori hormonal terjadinya HPJ oleh DHT berpengaruh pada hiperplasia :
A. Stroma D. A dan B benar
B. Stroma dan epithel E. A, B dan C benar semua
C. Sel transit

60. Pada operasi prostatektomi tertutup sebaiknya, verumontanum tidak dipotong karena :
A. Verumontanum merupakan batas distal pemotongan
B. Dapat terjadi striktura uretra posterior
C. Verumontanum terletak setinggi m. sphingter uretra membranacea
D. Tempat muara keluar duictus dari glandula vesikula seminalis
E. Dapat terjadi fistula uretrocutaneus




61. Pada pemeriksaan pyelografi intravena pasien HPJ perlu diperhatikan adanya:
A. Gambaran dari trabekulasi D. Residu air kencing
B. Divertukula vesika urinaria E. A, B, C dan D benar semua
C. Batu vesika urinaria

62. Pasien HPJ umur 65 tahun dengan hasil pemeriksaan tersebut dibawah ini sebaiknya dilakukan operasi apabila :
A. Berat prostat 40 gram D. A dan B benar
B. Kadar ureum / kreatinin meninggi E. A, B dan C benar semua
C. Residu urine 100 cc

63. Faktor-faktor timbulnya vesikolithiasis :
A. Adanya striktura uretra yang mengakibatkan retensio urine
B. Pembesaran dari kelenjar prostat (HPJ)
C. Adanya divertikula pada vesika urinaria
D. A dan B benar
E. A, B, dan C benar semua

64. Indikasi operasi tertutup (Lithotripsi) adalah :
A. Batu kecil, lunak dan ada karsinoma vesika urinaria
B. Pada pasien dengan penyakit penyerta striktura uretra
C. Tepat pada vesikolithiasis anak
D. Letak batu pada divertikula
E. Bukan A, B, C dan D

65. Tempat-tempat batu ureter mengalami pemberhentian pada waktu turun adalah :
A. Ureter intra mural D. Ureteropelvic junction
B. Muara ureter E. A, B, C dan D benar semua
C. Menyilang vasa iliaka

66. Pasien dengan batu ureter penampang 0,5 cm sebaiknya dilakukan operasi karena :
A. Dapat menyebabkan kerusakan ginjal (hidronephrosis)
B. Umumnya batu tersebut tidak dapat turun / lepas spontan
C. Menimbulkan rasa sakit
D. Terapi konservatif setelah 6 – 8 minggu tidak berhasil
E. Bukan A, B, C dan D

67. Pasien dengan batu ureter sering mengeluh :
A. Mual sampai muntah D. A dan B benar
B. Obstipasi E. A, B dan C benar semua
C. Berkeringat dingin

68. Komplikasi kolelithiasis, KECUALI :
A. Gall stone ileus D. Perforasi kantong empedu
B. Empyema kantong empedu E. Kolesistitis kronis
C. Ikterus obstruktif berat

69. Komplikasi koledokolithiasis :
A. Kolangitis supuratif D. Striktur dudenum
B. Kolelithiasis sekunder E. Fistula dari vesica felea ke duodenum
C. Hepatitis



70. Tujuan utama operasi by pass biliodigestif pada keganasan yang inoperable adalah :
A. Memperpanjang survival rate
B. Mengurangi rasa sakit
C. Mencegah kolangitis dan kerusakan hepatosit
D. Menurunkan bilirubin serum
E. Mencegah metastasis jauh

71. Kolangitis adalah :
A. Infeksi pada kantong empedu
B. Infeksi pada kantong empedu yang disebabkan oleh batu empedu
C. Infeksi saluran bilier yang disebabkan oleh koledokolithiasis
D. Infeksi jaringan stroma hati
E. Infeksi pada saluran bilier

72. Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis ikterus obstrukti adalah pemeriksaan kimia darah ditambah :
A. USG D. Kolangiografi oral
B. CT scan E. Kolangiografi intravena
C. Foto polos perut

73. Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis kolelithiasis yang paling efektif :
A. Kolangiografi intravena D. CT scan
B. Kolangiografi oral E. Foto polos perut
C. USG

74. Keuntungan kolesistektomi dengan laparoskopi yang paling utama :
A. Waktunya lebih pendek D. Rasa sakit jauh berkurang
B. Kosmetik lebih bagus E. Trauma lebih sedikit
C. Lebih steril

75. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya batu empedu :
A. Saturasi bilus D. Diet
B. Deskuamasi epitel kantong empedu E. Semua benar
C. Adanya nidus

76. Faktor yang mempengaruhi mortalitas operasi pada kasus ikterus obstruktif, KECUALI:
A. Kadar bilirubin serum D. Usia
B. Kadar kolesterol serum E. Febris
C. Kadar alkali pospatase serum

77. Diagnosis ikterus obstruktif sudah dapat ditegakkan apabila didapatkan :
A. Bilirubin serum > 5 gr% + sumbatan saluran bilier
B. Kenaikan kadar bilirubin serum di atas 5 gr%
C. Bilirubin serum > 5 gr% dimana bilirubin direk > 80%
D. Bilirubin serum 3 gr% + pelebaran saluran bilier
E. Pelebaran saluran bilier akibat sumbatan mekanik ekstra/intrahepatal

78. Tujuan pembagian segmen pada anatomi fungsional hati adalah :
A. Membagi hepar berdasar bangunan anatomis yang mudah dikenal
B. Mempermudah melakukan reseksi pada kasus keganasan hepar
C. Membagi hepar berdasar fungsi masing-masing segmen
D. Menghindari terpotongnya struktur vital pada operasi
E. BSSD

79. Indikasi operasi pada tukak peptik duodeni, KECUALI :
A. Medical Bleeding
B. Rasa sakit yang menetap (intractable pain)
C. Obstruksi
D. Perforasi
E. Surgical bleeding

80. Yang dimaksud dengan drainase interna pada operasi kasus dengan ikterus obstruktif :
A. Menghilangkan sumbatan makanik yang ada
B. Melakukan eksplorasi saluran bilier
C. Menghilangkan kausa ikterus obstruktif
D. Mencegah terjadinya kolangitis
E. Mengalirkan bilus yang tersumbat ke dalam usus

81. Faktor yang paling berperan pada terjadinya kolangitis akut adalah :
A. Obstruksi saluran bilier
B. Keganasan kuman pada bilus
C. Keadaan umum penderita
D. Tingginya kadar bilirubin serum yang terjadi
E. Ada tidaknya kolesistitis yang menyertai


F. Pernyataan benar, alasan benar hub sebab-akibat benar
G. Pernyataan benar, alasan benar tidak ada hubungan
H. Pernyataan benar, alasan salah
I. Pernyataan salah, alasan benar
J. Pernyataan salah, alasan salah

82. Obat yang dipakai dalam nyeri kanker sebaiknya langsung dengan morfin oral SEBAB golongan-golongan aspirin bisa menyebabkan gangguan koagulasi

83. Rhabdomiosarkoma residif dengan perdarahan hebat pada kaki tidak boleh dikerjakan amputasi SEBAB terapi terbaik rhabdomiosarkoma pada anak-anak adalah perfusi regional dengan khemoterapi

84. Terapi non kuratif pada penderita kanker stadium lanjut antara lain untuk menaikkan kualitas hidup SEBAB penderita kanker stadium lanjut akan meninggal dalam 3 bulan

85. CTEV disebut juga Club foot SEBAB deformitas yang terjadi pada sendi pergelangan kaki berbentuk equinus

86. Polydactily adalah suatu kelainan dimana jumlah jari-jari tangan lebih dari normal SEBAB Polydactily merupakan kelainan kongenital

87. Fibrous dysplasia merupakan kelainan pada tulang SEBAB jaringan tulang yang ada diganti oleh jaringan fibrosa.

88. Radial club hand adalah kelainan yang terjadi di tulang radius SEBAB terdapat gangguan pertumbuhan pada tulang radius.

89. Tumor tulang primer paling sering adalah osteosarcoma SEBAB sering menyerang pada usia dewasa muda.




90. Untuk kasus batu empedu pada operasi yang diambil adalah batu empedu bersama kantong empedu SEBAB pada kolelithiasis kantong empedu pada umumnya sudah tidak berfungsi untuk mencegah residif dan pengambilan kantong empedu tidak menimbulkan efek samping bagi fisiologi tubuh.

91. Perdarahan pada tukak peptik duodeni umumnya terjadi pada dinding depan duodenum pars II SEBAB perforasi pada tukak peptik duodeni umumnya terjadi pada bagian posterior duodenum pars II.

92. Tukak peptik gaster berbeda dengan tukak peptik lambung SEBAB pada tukak peptik duodenum tindakan vagotomi saja kadang sudah mencukupi

93. Pada kerusakan total pankreas akibat trauma, penderita tidak mungkin bisa diselamatkan SEBAB Pankreas menghasilkan hormon dan enzym yang diperlukan untuk proses digesti

94. Abses hepar piogenik dan amoebik berbeda pada penanganan bedah/drenasenya SEBAB Tindakan drenase dikerjakan pada abses amoebik dengan diameter > 10 cm

95. Pada kolelithiasis dilakukan pengambilan batu bersama dengan vesica felea SEBAB Kolelithiasis selalu simptomatik


Cocokkanlah
A. Fibrous dysplasia
B. Osteosarcoma
C. Myeloma
D. Giant cell tumor
E. Osteochondroma

96. Ground glass
97. “Sun-Ray”
98. Punched-out
99. “Soap-bubble”
100. Single/multiple

Soal-soal Lepas

1. Gambaran klinis osteomielitis hematogen akut pada hari kelima sbb, KECUALI
A. Nyeri
B. Demam
C. Inflamasi
D. Nyeri tekan
E. Reaksi periosteal pada x-ray

2. Gambaran klinis osteomielitis hematogen akut pada penderita dewasa pada minggu ketiga sebagai berikut:
a. Nyeri + nyeri tekan
b. Demam
c. Inflamasi
d. Reaksi periosteal
e. Semua pernyataan benar

3. Proses suppurasi osteomielitis hematogen akut terjadi pada hari
a. Pertama
b. Kedua atau ketiga
c. Ketujuh
d. Kesepuluh
e. Kedua puluh

4. Pemeriksaan MRI pada osteomielitis hematogen akut untuk:
a. Diagnosis (gold standard)
b. Membedakan pus dan darah
c. Terapi
d. Penentuan prognosis
e. Semua pernyataan di atas benar

5. Artritis suppurativa akut pada bayi disebabkan mikroorganisme
a. Stafilokokus aureus
b. Hemofilus influenza
c. Streptokokus
d. Escheria coli
e. Proteus

6. Kerusakan permukaan sendi pada penderita artritis suppurativa akut dapat disebabkan sebagai berikut, KECUALI:
a. Enzym yang diproduksi oleh bakteri
b. Enzym yang diproduksi oleh sinovia
c. Pus itu sendiri
d. Sel inflamasi
e. Bakteri yang melakukan aktivitas penggerogotan kartilago

7. Adanya benda padat (batu) pada sistema pyelocalix ginjal maupun ureter akan menyebabkan gejala
a. Poliuria
b. Dysuria
c. Colic renal/ureter
d. Renal pain
e. Pneumaturia


8. Salah satu tanda awal pembesaran prostat jinak (BPH) adalah:
a. Hematuria
b. Frekuensi
c. Hesistensi
d. Stranguria
e. Retensio urinae

9. Retensio urinae dapat disebabkan oleh hal tersebut dibawah ini, KECUALI
a. Striktura uretra
b. Prostatitis akuta
c. Uretritis akuta
d. Fistula vesikovaginalis

10. Adanya udara didalam air kencing menunjukkan adanya fistula :
a. Uretero kutaneus
b. Uretro kutaneus
c. Vesica vaginalis
d. Vesica intestinalis
e. Uretero vaginalis

11. Rektal toucher pada kelenjar prostat dapat diraba :
a. Lobus media
b. Lobus posterior
c. Lobus anterior
d. Glandula vesikula seminalis
e. A, B, C dan D benar semua

12. Perawatan kateter menetap pada pria sebaiknya:
a. Drainage tertutup
b. Kateter dibiarkan tetap lemas
c. Kateter balon diganti 8 hari sekali
d. A dan B benar
e. A, B dan C benar semua

13. Untuk menurunkan desakan intrakranial dapat diberikan beberapa macam cairan infus / obat atau tindakan, KECUALI :
a. Mannitol 20%
b. Glycerol 10%
c. Hyperventilasi dengan PCO2 antara 25 – 30 torr
d. Larutan NaCl 0.9%
e. Lasix

14. Pemberian cairan pada penderita dengan trauma kepala akut dianjurkan :
a. Dextrose 10%
b. Dextrose 40%
c. Ringer laktat dandextrose
d. Aminofusin
e. NaCl 0,9%






15. …dorongan akselerasi – deselerasi dapat menimbulkan :
a. caput succedaneum
b. epidural hematom
c. fraktur menekan
d. cedera otak difus
e. fraktur basis cranium

16. Kraniotomi terbatas dapat dilakukan pada :
a. Intraserebral hematom dengan kontusio serebri
b. Subdural hematom kronis
c. Epidural hematom dengan lesi yang jelas pada CT scan
d. Impresi fraktur terbuka
e. Subdural hematom akut

17. Prognosis pada cedera kepala ditentukan oleh :
a. Tingkat kesadaran yang diniali menurut Scala Koma Glasgow
b. Tingginya tekanan intrakranial
c. Usia penderita
d. Sifat dan jenis lesi intrakranial
e. Semua faktor di atas

18. Trias gejala klasik adanya peninggian tekanan intrakranial akibat tumor cerebri :
a. Konvulsi, hemiparese, kaku kuduk
b. Sakit kepala, muntah-muntah, papil edema
c. Sakit kepala, panas, kaku kuduk
d. Papil atrophy, konvulsi,aphasia
e. Hemianopsia, visus menurun papil atrophi

19. Pengangkatan tumor otak yang kecil dan letaknya dalam, dengan resiko operasi yang paling kecil dapat dilakukan dengan cara
a. reseksi tumor secara terbuka
b. teknik pembedahan secara stereotaktik
c. teknik stereotaktik dengan kombinasi mikroskop dan sinar laser
d. reseksi tumor dengan bantuan real-time ultrasonografi intrabedah
e. trepanasi dan aspirasi tumor

20. Hemiparese kontralateral pada epidural hematom di temporal disebabkan oleh :
a. Kompresi lobus temporalis
b. Kompresi pada kapsula interna
c. Obstruksi a. cerebri media
d. Iritasi pada girus sentralis anterior
e. Penekanan pada pedunculus cerebri pada incisura tentorii

21. Gejala-gejala klasik pada perdarahan epidural :
a. Hemiplegia, konvulsi, anisocori
b. Kesadaran menurun, hemiparese
c. Konvulsi, febris, anisocori
d. Anisocori, hemiparese kontralateral, lucid interval
e. Semuanya di atas





22. Edema cerebri akibat trauma kepala, ditinjau dari faal patologiknya termasuk
a. Edema sitotoksik
b. Edema hidrosefalik
c. Edema vasogenik
d. Edema vasogenik dan sitotoksik
e. Edema neurogenik

23. Bedah jantung terbuka dilakukan untuk melaksanakan terapi bedah pada penyakit-penyakit jantung di bawah ini, KECUALI : :
a. Defek septum ventrikel
b. Defek septum atrium
c. Tetralogi Fallot
d. Ductus arteriosus persistent
e. Steno-insufisiensi mitral

24. Penyakit arteri perifer oklusif (PAPO) dengan stadium II Fontaine ditandai dengan :
a. Rest pain
b. Claudicatio intermittens
c. Gangren dan nekrosis
d. Semuten/gringgingen
e. Nyeri waktu tidur

25. Penderita DM wanita usia 65 tahun dengan ulkus di daerah tungkai bawah supra maleoler dapat diduga menderita :
a. Angiopati diabetk
b. Varises stadium IV
c. Ulkus tropikum
d. Penyakit Buerger
e. Insufisiensi venosa kronik (CVI)

26. Dasar patofisiologi varises tungkai adalah
a. Adanya insufisiensi katub vena
b. Adanya “backflow” aliran darah vena
c. Adanya kehamilan sering
d. Adanya kegemukan dan proses menua
e. Adanya menstruasi yang terganggu

27. Dasar patogenesis utama varises tungkai :
a. Kehamilan yang lebih dari 4 kali
b. Berkurangnya aktomiosin kontraktil
c. Bendungan vena daerah panggul
d. Trombosis vena profunda
e. Berdiri terlalu lama

28. Emfisema kutis pada trauma toraks ditandai dengan :
a. Adanya sesak napas
b. Adanya pneumotoraks
c. Adanya krepitasi
d. Adanya asfiksia traumatik
e. Adanya sianosis





29. Luka tusuk pada toraks dapat menimbulkan
a. Dekompensatio kordis
b. Dekompensasi respirasi
c. Effusi pleura
d. Hematotoraks
e. Emfisema mediastinum

30. Pada batu di kandung empedu kadang kala disertai timbulnya ikterik ringan SEBAB Pada keadaan tersebut bisa timbul udem pada saluran bilier

31. Abses amoeba dan abses piogenik hati yang besar keduanya memerlukan tindakan bedah berupa drenase abses SEBAB Pada keadaan tersebut terapi konservatif tidak bisa diharapkan berhasil baik

32. Kista pankreas dapat terjadi akibat trauma tumpul abdomen SEBAB Terbukanya duktus pankreatikus dapat menimbulkan akumulasi cairan pankreas yang dibatasi oleh jaringan ikat (pseudokista)

33. Patologi dari Congenital Dislocation of The Hip (CDH) :
1. Displacia kepala tulang femur
2. Displacia acetabulum
3. Capsul sendi yang longgar
4. Kelainan pembuluh darah

34. Salah satu test untuk menegakkan diagnosis CDH pada usia 0-2 bl adalah :
1. Shenton’s test
2. Perkin’s test
3. Helgenrener’s test
4. Ortolani test

35. Gambaran klinis dari Congenital Talipes Equinovarus adalah :
1. Ankle equinus
2. Fore-foot adduk + supinasi
3. Talus menonjol
4. Tumit kecil dan tinggi

36. Nama lain congenital muscular torticollis adalah :
1. Klippel feil syndrome
2. Apert’s syndrome
3. Murble’s bone disease
4. Wryneck

37. Trias Klippel fiel syndrome :
1. Leher pendek
2. Pergerakan leher terbatas
3. Batas rambut kepala posterior rendah
4. Batas rambut kepala posterior normal

38. Sendi yang dapat mengalami penyatuan pada congenital synostosis of the elbow adalah :
1. Humero radial
2. Humero radial ulnar
3. Humero ulnar
4. Humero femoral


39. Congenital longitudinal deficiensies of the radius :
1. Radial club hand
2. Melengkung ke arah sisi ulnar
3. Melengkung ke arah sisi radial
4. Ulnar club hand

Cocokkanlah

a. Polydactily
b. Sindactily
c. Apert’s syndrome
d. Constriction ring syndrome

40. Acrocephalo syndactylism
41. Duplikasi jari-jari
42. Penyatuan 2 jari
43. Adanya “band:


a. Corner anterior
b. Gower’s sign
c. Bersifat menetap dan tidak progresive
d. Skin creses tidak ada

44. Poliomyelitis
45. Cerebral palsy
46. Duchenne muscular dystrophia
47. Arthrogryposi multiplex congenital


Soal-Soal Bedah Digesti

1. Hal-hal tersebut di bawah ini dapat menimbulkan terjadinya ikterus obstruktif, KECUALI
a. batu pada papilla vater
b. keganansan pada Ca pankreas
c. kista koledokus
d. pankreatitis akut
e. BSSD

2. Pemeriksaan imaging yang paling baik untuk menegakkan diagnosis kolelithiasis adalah :
a. Oral kolesistografi
b. Skintigrafi
c. Kolangiografi
d. Ultrasonografi
e. CT scanning

3. Diagnosis ikterus obstruktif dapat ditegakkan bila didapatkan hal-hal di bawah ini :
a. Bilirubin total serum > 3 gr% + pelebaran saluran bilier
b. Kenaikan bilirubin serum lebih dari 10 gr%
c. Kenaikan bilirubin direk > 50%
d. Bilirubin direk > 3 kali bilirubin indirek
e. Bilirubin total serum > 3 gr% + hepatomegali

4. Hal-hal tersebut di bawah ini dapat diketahui dengan pemeriksaan USG, KECUALI
a. Koledokolithiasis
b. Hidrops kandung empedu
c. Tumor Ca pankreas
d. Pelebaran saluran bilier intrahepatik
e. BSSD

5. Tujuan operasi paliatif pada ikterus obstruktif, KECUALI
a. Mencegah komplikasi
b. Menghilangkan kausa
c. Drenase interna pada empedu
d. Mengurangi kemungkinan timbulnya kolangitis
e. Memperbaiki fungsi hati

6. Pada batu di kandung empedu kadangkala disertai timbulnya ikterik SEBAB pada keadaan tersebut bisa timbul udem pada saluran bilier.

7. Batu empedu terdapat pada :
a. Kandung empedu
b. Duktus sistikus
c. Duktus koledokus
d. Ampulla vateri
e. Semua yang tersebut di atas

8. Ada gejala disebut sebagai “Trias Charcot”
a. Kandung empedu
b. Duktus sistikus
c. Duktus koledokus
d. Ampulla vateri
e. Semua yang tersebut di atas

9. Sering tidak ada gejala sebagai “Silent Stone”
a. Kandung empedu
b. Duktus sistikus
c. Duktus koledokus
d. Ampulla vateri
e. Semua yang tersebut di atas

10. Ikterus merupakan tanda yang timbul terlambat dari tumor saluran empedu daerah perampula SEBAB tidak segera terjadi sumbatan.

11. Hal berikut merupakan sifat dari abses amoeba pada hati :
a. Multiple
b. Liokasi pada lobus kanan
c. Isi : anchovy paste
d. Jarang sering berasal dari kolitis amubik
e. C dan B benar

12. Hal berikut ini merupakan sifat dari abses piogenik hati
a. Berasal dari proses infeksi organ sekitarnya, terutama sal. Bilier
b. Tidak pernah multilokuler
c. Mortalitas lebih rendah daripada abses amuba
d. Paling sering berasal dari ulserasi kolon karena kolitis
e. Semua jawaban benar

13. Faktor lokal yamg paling menentukan beratnya trauma hati adalah ada tidaknya kerusakan pada :
a. V. porta
b. Duktus hepatikus
c. V. hepatika
d. Arteri hepatika
e. BSSD

14. Kebanyakan Ca cauda pancreas diketemukan pada stadium awal SEBAB Ca tersebut mendesak duodenum

15. Tidak pernah terjadi bahwa adenoma hepar yang tumbuhnya cepat mengalami ruptur SEBAB tumor ini kebanyakan pada waktu muda yang menggunakan kontrasepsi estrogen

16. Perlu diadakan pemeriksaan USG untuk tumor pancreas SEBAB kesulitan pokok untuk pemeriksaan USG daerah tersebut adalah banyaknya feses

17. Yang paling banyak Ca hepar adalah kolangiosarkoma SEBAB tumor ini terjadi dari sel hepar

18. AFP sangat berguna sebagai penyokong diagnosis keganasan pada hepar SEBAB AFP terutama hanya untuk diagnosis tumor daerah tersebut

19. Serum phosphatase alkali meninggi pada Ca caput pancreas SEBAB Ca caput tersebut menekan saluran empedu

20. CEA perlu diperiksa pada penderita Ca pancreas SEBAB akan meninggi kadarnya pada Ca pancreas yang rekurensi


1. Ca kolorektal, lokasi terbanyak pada :
a. kolon ascendens
b. kolon transversum
c. kolon descendens
d. sigmoid
e. rektum

2. Ca kolorektal, jenis histologis terbanyak :
a. Ca epidermoid
b. Limfoma non hodgkin
c. Limfoma hodgkin
d. Adeno ca
e. Melanoma maligna

3. Ca kolon menembus muscularis propria tanpa metastase kelenjar, menurut klasifikasi Dukes adalah : :
a. A
b. B1
c. B2
d. C1
e. C2

4. Terapi operatif pilihan pertama pada Ca rektum 2 cm dari anus adalah :
a. Hemikolektomi sinistra
b. Reseksi anterior rendah
c. Reseksi abdominoperineal dengan kolostomi
d. Sphincter saving procedure
e. BSSD

5. Gejala obstruksi sering dijumpai pada Ca kolon ascendens SEBAB pada kolon kiri faeces sudah lebih keras

6. Diagnosis pasti Ca rektum adalah pemeriksaan sitologi faeces SEBAB dengan colok dubur tak bisa teraba tumor pada rektum

7. Terapi terbaik ca colon ascendens operabel :
a. Radiasi ditambah khemoterapi 5 FU
b. Hemikolektomi dextra
c. Reseksi kolon dengan batas 2 cm dari tumor
d. Toal kolektomi
e. Radiasi saja

8. Kenaikan resiko Ca kolon terdapat pada penderita di bawah ini, KECUALI :
a. Kolitis ulserativa
b. Poliposis
c. Ca Kolon yang sudah diterapi
d. Hemorrhoid
e. Polip-polip yang bertambah

9. Secara Ro foto memiliki gambaran seperti tumor primer kolon : :
a. Inflamasi metastase peritoneum
b. Inflamasi metastase vesica urinaria
c. Inflamasi metastase gaster
d. Inflamasi diverticulosis
e. Hemorrhoid

10. Untuk follow up setelah tindakan Ca kolon yang sangat berarti pada umumnya adalah :
1. USG
2. Rectal toucher
3. ECG
4. CEA

11. Gejala-gejala Ca kolon ascendens adalah sebagai berikut :
a. Anemia defisiensi besi
b. Diare kronik
c. Darah dalam faeces
d. Faeces kaliber kecil
e. Jahit perut

12. Hal-hal tersebut dibawah ini mempengaruhi prognose Ca kolorektal :
a. Infiltrasi pada dinding usus
b. Metastase kelenjar
c. Kadar lemak dalam tubuh
d. Bentuk keganasan histologik
e. Derajat keganasan histologik

13. Terapi terbaik Ca kolorektal adalah reseksi tumor dengan kelenjar regional SEBAB pada tumor dengan Duke B1 kelenjar terdapat metastase


Soal-soal Bedah Onkologi


1. Hal-hal dibawah ini termasuk resiko tinggi terjadinya sarkoma jaringan lunak, KECUALI :
a. Penyakit Recklinghausen
b. Lipoma
c. Limphadenema post mastektomi
d. Poliposis familial
e. Defek pada gen P.53

2. Benjolan jaringan lunak yang dicurigai keganasan apabila :
a. Benjolan berkapsul, batas tegas, letak supeficial
b. Benjolan menetap bertahun-tahun
c. Benjolan tumbuh cepat pada anak-anak
d. Benjolan berisi massa seoerti bubur
e. BSSD

3. Penyebaran limfogen biasanya terjadi pada :
a. Rhabdomiosarkoma
b. Liposarkoma
c. Malignant fibrous histiocytoma
d. Sinoviosarkoma
e. Fibrosarkoma

4. Hal-hal berikut ini merupakan faktor favourable untuk terapi kuratif sarkoma jaringan lunak, KECUALI :
a. Derjat keganasan rendah
b. Terletak di daerah kepala
c. Tumor ukuran kurang dari 5 cm
d. Tidak ada metastase pulmo

5. Kelainan kulit di bawah merupakan faktor resiko terjadinya melanoma KECUALI :
a. Keratosis aktinik
b. Nevus kongenital
c. Impetigo
d. Xeroderma pigmentosa
e. Nevus multiple

6. Jenis terbanyak melanoma yang sering dijumpai adalah :
a. Unclassified melanoma
b. Superficial spreading melanoma
c. Nodular melanoma
d. Acral lentiginous melanoma
e. Lentigo maligna melanoma

7. Melanoma pada cruris dengan metastase kelenjar limfe inguinal dengan intrasit metastase, termasuk dalam :
a. Stadium I
b. Stadium II
c. Stadium III
d. Stadium IV
e. BSSD

8. Terapi terbaik melanoma pada punggung, Clark II, ketebalan kurang dari 0,75 mm, tidak ada metastase kelenjar dan metastase jauh adalah :
a. Radioterapi
b. Kemoterapi sistemik
c. Eksisi bedah
d. Imunoterapi
e. Kemoterapi perfusi

9. Diagnosis pasti sarkoma jaringan lunak ditegakkan dengan :
a. Pemeriksaan CT scan
b. Pemeriksaan arteriografi
c. Palpasi tumor
d. Biopsi incisi
e. Foto jaringan lunak

10. Terapi amputasi dipertimbangkan pada sarcoma jaringan lunak dengan keadaan, KECUALI :
a. Tumor menginvasi pembuluh darah besar
b. Tumor menginvasi saraf besar
c. Derajat keganansan tinggi
d. Tumor dengan perdarahan
e. Tumor dengan nekrose luas

11. Prognosis sarkoma jaringan lunak tergantung hal-hal berikut, KECUALI:
a. Besarnya tumor
b. Metastase jauh
c. Metastase kelenjar limfe
d. Jenis kelamin
e. Derajat keganasan histologis

12. Diagnosis pasti sarkoma jaringan lunak:
a. Histopatologi
b. Aspirasi biopsi sitologi
c. MRI
d. CT scan
e. Ultrasonografi

13. Terapi amputasi terbaik leiomiosarkoma antebrachii residif dengan perdarahan dan infiltrasi arteria radialis :
a. Radiasi saja
b. Amputasi
c. Kemoterapi adriamicin
d. Eksisi tumor
e. BSSD











SOAL-SOAL BEDAH UROLOGI


1. Kateterisasi pada pasien retensio urine bertujuan untuk mencegah :
a. Gagal jantung & paru
b. Anemia yang berkepanjangan
c. Gagal ginjal
d. A, B dan C
e. Bukan A, B dan C

2. Penyempitan ureter yang paling kecil adalah :
a. Uretropelvic junction
b. Ureter intramural
c. Urethrovesical junction
d. Setinggi percab. A. iliaka komunis
e. BSSD

3. Pada psien striktur uretra akan menyebabkan :
a. Dysuria
b. Pancaran urin bercabang
c. Gross hematuri
d. Inkontinensia urine paradoksal
e. Anuria

4. Retensio urine pada neuropatic bladder, dapat dikerjakan kateterisasi dengan teknik :
a. Aseptic
b. Septic
c. Bedah
d. A, B dan C
e. BSSD

Tidak ada komentar: